KUA Bandar Khalifah Ajak dan Ingatkan Jamaah RS Brimob Lakukan Perenungan
Daerah

KUA Bandar Khalifah Ajak dan Ingatkan Jamaah RS Brimob Lakukan Perenungan

  11 Jun 2026 |   10 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Bandar Khalifah, (Humas). Segenap karyawan Rumah Sakit (RS) Brimob Sumatera Utara (SU), yang terdiri dari personel Kepolisian, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tenaga medis, menggelar pengajian rutin bulanan dengan penuh khidmat. Kegiatan keagamaan ini menghadirkan Plt. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bandar Khalifah, Edi Syahputera Siregar, sebagai pemateri utama, didampingi oleh Penghulu Aji Panagara Siahaan.

Dalam ceramahnya, Edi Syahputera Siregar mengupas secara mendalam firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 18

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Edi menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan perintah tegas bagi setiap muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Setiap amal saleh harus dipersiapkan sematang mungkin sebagai bekal utama untuk kehidupan di akhirat kelak.

Ia juga menyoroti pengulangan kata "takwa" sebanyak dua kali dalam ayat tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa setiap sepak terjang manusia tidak pernah luput dari pengawasan Allah SWT.

"Kita harus sangat berhati-hati dalam bertindak. Pastikan apa yang kita kerjakan masuk ke dalam wilayah perintah agama, bukan wilayah larangan. Orang yang sibuk melihat kekurangan dan kesalahan dirinya sendiri tidak akan memiliki waktu untuk mencari-cari kesalahan orang lain," ujar Ka KUA di hadapan para jemaah yang menyimak dengan tekun.

Lebih lanjut, pemateri mengingatkan kembali sabda Nabi Muhammad SAW mengenai kriteria manusia yang baik dan buruk: Orang yang Baik: Mereka yang ketika diberikan umur panjang, makin baik pula amal perbuatannya. Orang yang Buruk: Mereka yang saat diberi kenikmatan umur panjang, justru mengisinya dengan keburukan hingga menjadikannya sebagai kebiasaan dan kebutuhan. (Naudzubillah min dzalik).

"Mereka yang terbuai sering kali lupa bahwa dunia dengan segala fasilitas kemewahannya adalah ujian. Akibatnya, mereka buta terhadap kebenaran, tuli terhadap nasihat kebaikan, dan bungkam untuk menyuarakan kebenaran (Al-Haq)," tambahnya. 


Beliau mengingatkan bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan, bukan akhir dari kehidupan. Kebahagiaan sejati adalah saat kita memperoleh ketenangan di akhirat. Untuk mencapainya, diperlukan jiwa pejuang, niat yang kuat, serta keikhlasan yang dimulai dari diri sendiri.

Menutup ceramahnya, Edi Syahputera mengaitkan momentum pengajian ini dengan pergantian tahun baru Hijriah yang akan segera tiba. Datangnya bulan Muharram harus dimaknai sebagai babak baru untuk memperbaiki diri, berjanji tidak mengulangi kesalahan masa lalu, dan menyempurnakan kekurangan yang ada.

Saat transisi dari bulan Dzulhijjah ke Muharram, ia mengajak jemaah untuk memperbanyak amalan berikut: Melakukan sujud syukur atas segala nikmat umur. Mengucapkan lafaz hamdalah dan memperbanyak zikir: Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil 'azim. Bermunajat dan berdoa memohon akhir hidup yang baik: "Ya Allah, matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah."

Acara pengajian rutin ini kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Suasana hangat dan akrab tampak menyelimuti jalannya diskusi, membuat pengajian terasa hidup dan membawa manfaat spiritual yang mendalam bagi seluruh keluarga besar RS Brimob SU.

Bagikan Artikel Ini

Infografis