Kepala KUA Tilamuta Paparkan Peran Strategis Tekan Angka Kawin Anak di Mini Lokakarya
Daerah

Kepala KUA Tilamuta Paparkan Peran Strategis Tekan Angka Kawin Anak di Mini Lokakarya

  25 Sep 2025 |   190 |   Penulis : Humas Cabang APRI Boalemo |   Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo

Tilamuta – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tilamuta menghadiri kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektor yang digelar di Aula Kantor Camat Tilamuta, Kamis (25/09/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program pembangunan kesehatan dan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor di tingkat kecamatan.

Dalam penyampaiannya, Kepala KUA Tilamuta menegaskan bahwa Penghulu dan Penyuluh Agama se-Provinsi Gorontalo, khususnya di Kecamatan Tilamuta, telah mengambil peran besar dalam menekan angka kawin anak dan mencegah pergaulan bebas.

Beliau merinci langkah-langkah strategis yang telah dilakukan, antara lain:

1. Program KUA Goes To School di tingkat SLTP/MTs hingga SLTA/MA untuk memberikan edukasi remaja.


2. Pembinaan melalui majelis taklim binaan penyuluh dengan tema pencegahan kawin anak dan pergaulan bebas.


3. Kolaborasi Kepala KUA Tilamuta dengan Dinas P3A sebagai Fasilitator Daerah Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (FASDA DRPPA).


4. Menjadi narasumber pada kegiatan pembinaan remaja di desa dengan materi pencegahan kawin anak dan bahaya pergaulan bebas.


5. Aktivitas pembinaan intensif oleh penyuluh agama di majelis taklim binaan maupun majelis taklim masyarakat umum.



Kepala KUA juga menyoroti bahwa peran orang tua dalam pengasuhan dan pendidikan anak masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, peran pemerintah daerah dan sekolah dinilai belum maksimal, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih tegas dan memiliki efek jera terhadap praktik kawin anak.

“Faktor lain yang juga berkontribusi adalah pengaruh media sosial, pergaulan daring, serta minimnya wadah positif bagi remaja di tingkat desa,” jelasnya.

Sebagai langkah ke depan, pihaknya menggagas pembentukan Peer Educator Remaja di sekolah dan desa sebagai duta anti kawin anak, serta penguatan kerja sama lintas sektor bersama camat, polsek, danramil, puskesmas, pemerintah desa, dan tokoh adat.

“Kami optimis, dengan kolaborasi semua pihak, akan terjadi penurunan tercepat angka kawin anak di Boalemo,” pungkasnya.

Mini Lokakarya ini turut dihadiri Camat Tilamuta, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, tokoh masyarakat, dan sejumlah organisasi masyarakat yang peduli pada isu kesehatan dan perlindungan anak.

Bagikan Artikel Ini

Infografis