Kepala KUA Tigabinanga, Pimpin Doa Penuh Makna pada Upacara HUT ke-80 RI
17 Aug 2025 | 128 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Tiga Binanga, (Humas). Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Sepak Bola Sempajaya, Tigabinanga, saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar. Acara yang dihadiri oleh seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Tigabinanga ini mencapai puncaknya pada sesi pembacaan doa yang dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tigabinanga, Tuah Aman, S.H., M.H,Minggu (17/08).
Dalam doa yang menggetarkan hati, Tuah Aman menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas anugerah kemerdekaan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. "Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari yang penuh berkah ini, kami menundukkan kepala seraya memanjatkan puji dan syukur kehadirat-Mu atas nikmat kemerdekaan yang telah Engkau berikan kepada bangsa kami," ucap Tuah Aman dengan suara yang penuh ketenangan.
Doa tersebut tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga menjadi momen refleksi yang menyentuh bagi seluruh peserta upacara. Tuah Aman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan pengabdian tulus. Ia juga mendoakan para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan, agar amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan.
Banyak peserta upacara, termasuk para pejabat Forkopimca, terlihat khusyuk dan terinspirasi oleh kata-kata yang diucapkan. Doa yang disampaikan Tuah Aman begitu menyentuh, seolah menjadi pengingat bagi semua yang hadir akan pentingnya makna kemerdekaan dan tanggung jawab untuk merawatnya.
"Doa ini sangat inspiratif dan menyentuh. Pesannya tidak hanya tentang rasa syukur, tetapi juga ajakan untuk terus berbuat baik bagi bangsa," ujar salah satu peserta upacara.
Dengan berakhirnya sesi doa, upacara HUT ke-80 RI di Kecamatan Tigabinanga ditutup dengan penuh haru dan semangat. Kehadiran dan peran aktif Tuah Aman dalam memimpin doa telah memberikan warna tersendiri, menjadikan perayaan kemerdekaan tahun ini tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai momentum spiritual untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur kemerdekaan.