Daerah
Kepala KUA Sidikalang Tegaskan Catin Wajib Perdalam Ilmu Agama, Modal Dalam Kehidupan Baru
03 Jun 2026 | 7 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM., memberikan pembekalan dan pemahaman mendalam mengenai fiqih munakahat (hukum pernikahan Islam) kepada calon pengantin (catin) bernama Wyatt Bintang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen KUA Sidikalang dalam mempersiapkan generasi muda membangun keluarga yang kokoh.
Kegiatan bimbingan perkawinan mandiri tersebut dilaksanakan secara khidmat pada Senin (01/06). Pertemuan ini tidak hanya dihadiri oleh calon pengantin pria dan wanita, tetapi juga disaksikan langsung oleh pihak keluarga besar kedua belah pihak serta jemaah dari Majelis Taklim (MT) Al-Muhajirin.
Masjid Al-Muhajirin yang berlokasi di Kelurahan Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, dipilih menjadi tempat berlangsungnya kegiatan edukatif ini. Suasana masjid yang tenang dan religius menambah kekhusyukan jalannya penyampaian materi fiqih munakahat oleh Kepala KUA.
Dalam paparannya, H. Abdul Yajid Lingga mengupas tuntas mengenai rukun dan syarat sah pernikahan, serta hak dan kewajiban suami istri setelah ijab kabul terucap. Pemahaman dasar ini dinilai sangat krusial agar pasangan yang akan menikah memahami tanggung jawab baru mereka di mata hukum agama dan negara.
"Pernikahan bukan sekadar ikatan formalitas, melainkan ibadah terpanjang seumur hidup. Oleh karena itu, memahami fiqih munakahat adalah modal utama agar bahtera rumah tangga berjalan sesuai syariat," ujar Abdul Yajid di hadapan catin dan para jemaah.
Selain memaparkan aspek hukum fungsional pernikahan, Kepala KUA Sidikalang juga secara khusus mengajak Wyatt Bintang beserta pasangannya untuk tidak berhenti belajar setelah bimbingan ini usai. Ia menekankan pentingnya terus memperdalam ilmu agama secara konsisten demi menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga.
Menurutnya, ilmu agama akan menjadi benteng sekaligus kompas utama bagi pasangan suami istri dalam menyelesaikan setiap riak dan tantangan yang muncul di masa depan. Fondasi spiritual yang kuat diyakini mampu melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Kehadiran keluarga dan perwakilan MT Al-Muhajirin dalam kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pihak KUA. Dukungan lingkungan sekitar, terutama majelis taklim dan keluarga, dianggap memiliki peran besar dalam mengawal serta membimbing pasangan baru agar tetap istikamah di jalan kebaikan. (MHS)