Kepala KUA Kecamatan Rangkasbitung Mengikuti Loka Karya Mini Perdana
25 Nov 2024 | 574 | Penulis : PC Lebak | Publisher : Biro Humas APRI Banten
Rangkasbitung – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkasbitung, H. Aminin Nurdin, menghadiri loka karya mini (lokmin) perdananya di Kecamatan Rangkasbitung. Sebelumnya, beliau bertugas sebagai Kepala KUA Kecamatan Cibadak sebelum akhirnya pindah tugas ke Rangkasbitung. Kegiatan ini diinisiasi oleh Puskesmas Rangkasbitung sebagai bagian dari upaya sinergitas lintas sektor dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Rangasbitung menyampaikan pemaparan penting tentang kesehatan calon pengantin (catin), khususnya terkait reproduksi dan kesiapan mental. Beliau menegaskan pentingnya persiapan seorang wanita yang menikah untuk siap hamil, melahirkan, dan merawat anak hingga dewasa dengan kondisi sehat baik secara fisik maupun mental.
“Hikmah di balik terbitnya UU No. 16 Tahun 2019 yang mengubah usia minimal menikah bagi perempuan dari 16 menjadi 19 tahun adalah langkah nyata untuk memastikan kematangan calon pengantin. Hal ini bukan hanya untuk kesiapan berumah tangga, tetapi juga untuk mendukung kesehatan reproduksi mereka, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat,” ujar H. Aminin.
Beliau juga menyoroti ancaman gizi buruk dan stunting yang bisa dihindari dengan edukasi kesehatan bagi calon pengantin. Oleh karena itu, program kesehatan dan edukasi pra-nikah menjadi bagian penting dalam upaya mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik.
Selain itu, H. Aminin Nurdin menekankan pentingnya prinsip komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara KUA dengan dinas serta instansi terkait. “KUA Kecamatan Rangkasbitung akan terus memperkuat sinergitas dalam program-program pembangunan manusia yang sehat fisik, sehat mental, cerdas, dan kuat. Semua ini tentu diiringi dengan rasa syukur kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran lintas sektor terhadap pentingnya kolaborasi dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera. Dengan peran aktif dari berbagai pihak, diharapkan program-program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Rangkasbitung.[Andika]