Kemenag, KUA dan APRI Gencarkan Sosialisasi Gerakan Indonesia Berkiblat Secara Masif
06 Jul 2026 | 28 | Penulis : PC APRI PROBOLINGGO | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur
Probolinggo – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui seksi Bimbingan Masyarakat Islam bersama APRI dan Kantor Urusan Agama (KUA) terus mengintensifkan sosialisasi Gerakan Indonesia Berkiblat di berbagai kecamatan sebagai persiapan pelaksanaan Rashdul Kiblat Nasional pada 15–16 Juli 2026.
Setelah sebelumnya dilaksanakan di Aula KUA Tongas, sosialisasi berlanjut di Masjid Baitul Muttaqien, Kecamatan Lumbang, Senin (06/07/2026). Pada waktu yang sama, kegiatan serupa juga digelar secara masif oleh KUA Tongas, KUA Wonomerto, KUA Tegalsiwalan, KUA Maron, serta sejumlah KUA lainnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui sinergi bersama organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama. Hadir dalam kegiatan ini jajaran MWCNU Lumbang, PAC Fatayat NU Lumbang, PAC Muslimat NU Lumbang, PAC GP Ansor Lumbang, keluarga besar KUA Lumbang, Camat Lumbang, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, jajaran Seksi Bimas Islam, Ketua APRI Jawa Timur beserta pengurus APRI Kabupaten Probolinggo.
Kepala KUA Lumbang, Arif Rahman Hakim, S.H., menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat.
"Gerakan Indonesia Berkiblat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan arah kiblat masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya sesuai dengan kaidah ilmiah dan syariat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026," ujarnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Camat Lumbang, Budi Utomo, yang mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program nasional tersebut.
"Pemerintah Kecamatan Lumbang siap mendukung penuh Gerakan Indonesia Berkiblat. Kami berharap seluruh desa, pengurus masjid, musala, dan masyarakat memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara bersama-sama," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua APRI Jawa Timur, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., menyampaikan materi mengenai metode pelaksanaan Rashdul Kiblat dan urgensi ketepatan arah kiblat berdasarkan fenomena astronomi.
"Rashdul Kiblat merupakan metode ilmiah yang sederhana, akurat, dan dapat dilakukan oleh masyarakat ketika Matahari berada tepat di atas Ka'bah. Momentum ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana edukasi dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.H.I., menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Berkiblat merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharram 1448 Hijriah yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
"Kami berharap seluruh KUA, penyuluh agama, penghulu, pengurus masjid, organisasi kemasyarakatan Islam, serta pemerintah daerah terus bersinergi mengedukasi masyarakat. Dengan gerakan yang dilakukan secara masif ini, pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi umat Islam di Kabupaten Probolinggo," tuturnya.
Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sinergitas antara Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, KUA, organisasi keagamaan, dan berbagai elemen masyarakat mendapat respons positif dari seluruh jajaran yang hadir. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menyukseskan Gerakan Indonesia Berkiblat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kualitas pelayanan dan pembinaan kehidupan keagamaan. (MH/Red).