Ka. KUA Pancur Batu Ikuti Istighosah sebagai Langkah Strategis Memperkuat Kerukunan
20 Apr 2026 | 6 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Pancur Batu, (Humas). Upaya memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus mencegah potensi konflik sosial berbasis agama terus dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang melalui pendekatan keagamaan yang inklusif dan kolaboratif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan istighosah yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pancur Batu di Masjid Ali Imran, Desa Baru, pada Minggu (19/04).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A turut mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, Dr. H. Sarippudin Daulay, S.Ag., M.Pd. Kehadiran pimpinan Kementerian Agama ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat di tengah masyarakat.
Kegiatan istighosah berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dihadiri oleh berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Turut hadir Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi, S.H, Danramil 0201-14/Pancur Batu, para Kepala Desa se-Kecamatan Pancur Batu, Ketua MWC NU Kecamatan Pancur Batu KH. Ahmad Rifa’i, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pancur Batu Al Ustad Irwan, S.PdI.
Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan sinergitas yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat di wilayah Pancur Batu.
Dalam sambutannya, Sarippudin Daulay menegaskan bahwa kegiatan istighosah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai media memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
“Istighosah ini menjadi ruang spiritual sekaligus sosial. Kita tidak hanya berdoa, tetapi juga membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan menyatukan langkah dalam menjaga kerukunan umat. Ini sangat penting dalam mencegah munculnya konflik berbasis agama di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa tantangan kehidupan sosial saat ini semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus informasi yang kerap memicu kesalahpahaman. Oleh karena itu, peran tokoh agama dan lembaga keagamaan sangat penting dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita memberikan edukasi keagamaan yang menyejukkan, mengajak masyarakat untuk berpikir jernih, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan,” tambahnya.
Sementara itu, Ilyas menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara KUA, organisasi keagamaan, dan pemerintah kecamatan menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“KUA memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tingkat kecamatan. Oleh karena itu, kami akan terus hadir dan bersinergi dalam kegiatan pembinaan umat, termasuk melalui kegiatan istighosah ini,” ujarnya.
Ahmad Rifa’i dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakan Kemenag Deli Serdang beserta jajaran. Ia menilai dukungan dari pemerintah sangat penting dalam memperkuat peran organisasi keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan istighosah ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat persaudaraan dan meningkatkan keimanan masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, Irwan juga menekankan pentingnya menjaga persatuan umat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, bukan perpecahan.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Al Ustadz Boby Marfansyah Maduwu, S.H. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
“Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persatuan adalah pilihan. Oleh karena itu, mari kita jaga ukhuwah, saling menghormati, dan menjauhi segala bentuk konflik yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas lingkungan dengan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Kegiatan istighosah ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diisi dengan doa bersama, dzikir, serta lantunan shalawat yang menambah suasana religius. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian. Istighosah tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, Kecamatan Pancur Batu diharapkan dapat terus menjadi wilayah yang aman, damai, dan harmonis dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.