Ka. KUA Pancur Batu Dampingi Ka. Kankemenag Deli Serdang pada Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Bimas Katolik Sumut
09 Jan 2026 | 56 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Deli Serdang, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A, mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd, dalam kegiatan Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Keluarga Besar Bimbingan Masyarakat Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, yang dilaksanakan pada Jum’at, (09/01), pukul 16.30 WIB, bertempat di Retret Centre GBKP Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kebersamaan keluarga besar Bimas Katolik di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat dan tokoh lintas lembaga, antara lain Vikjen Keuskupan Sibolga Pastor Ignatius Purwosuranto, OSC, Vikep Kabanjahe Pastor Angelo Purba, OFM Kapusin, Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si, serta jajaran Kepala Kemenag kabupaten/kota, penyuluh agama Katolik, dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saripuddin Daulay, hadir sekaligus mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan reflektif bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi, penguatan komitmen, dan peneguhan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Ia menegaskan bahwa agama harus menghadirkan dampak nyata dalam kehidupan bersama, tidak berhenti pada simbol dan ritual semata, tetapi terwujud dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Menurutnya, inilah esensi keberagamaan yang substansial dan kontekstual.
Mengangkat tema perayaan “Bersahabat dengan Alam dan Semua Ciptaan”, Saripuddin menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan nasional saat ini. Relasi manusia dengan alam harus ditempatkan secara utuh, berimbang, dan berkeadilan. Alam bukan hanya sumber daya, tetapi ruang hidup bersama yang wajib dijaga keberlanjutannya.
Ia juga menyoroti berbagai krisis lingkungan yang terjadi sebagai konsekuensi dari pola pembangunan yang kurang berorientasi pada keberlanjutan. Dalam konteks ini, agama memiliki peran strategis sebagai landasan etika dan moral untuk membentuk kesadaran kolektif agar manusia tidak serakah, tidak eksploitatif, dan mampu hidup selaras dengan ciptaan lainnya.
Lebih lanjut, Saripuddin menekankan bahwa Kementerian Agama memiliki mandat konstitusional untuk memastikan kehidupan beragama di Indonesia tidak hanya rukun secara sosial, tetapi juga produktif secara etis.
Salah satu arah kebijakan yang terus diperkuat adalah penguatan ekoteologi, yakni pemahaman dan penghayatan ajaran agama yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian integral dari pengamalan iman.
Menurutnya, ekoteologi bukan sekadar wacana tambahan, melainkan penguatan nilai dasar bahwa menjaga alam merupakan wujud syukur atas anugerah Tuhan sekaligus tanggung jawab moral terhadap generasi yang akan datang. Dengan demikian, keberagamaan yang dibangun adalah keberagamaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dalam konteks Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026 yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, Saripuddin mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama dan umat beragama untuk terus memperkuat sinergi lintas iman, menjaga kerukunan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Kehadiran Ka. KUA Pancur Batu Ilyas, pada kegiatan ini mencerminkan komitmen KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tingkat kecamatan dalam mendukung penguatan moderasi beragama dan kerukunan umat. KUA diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Ilyas, kegiatan lintas umat seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat silaturahmi, membangun saling pengertian, serta meneguhkan peran agama sebagai perekat persatuan bangsa. Nilai kebersamaan yang terbangun harus terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat yang majemuk.
Kegiatan Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini berlangsung dalam suasana khidmat, penuh keakraban, dan semangat persaudaraan. Acara ditutup dengan doa bersama serta komitmen seluruh peserta untuk terus memperkuat peran agama dalam mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, dan berkeadilan, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama dan semangat HAB ke-80.