Ka KUA Habinsaran : Mudik Bukan Hanya Rutinitas Pulang, tetapi Perjalanan Spiritual
Daerah

Ka KUA Habinsaran : Mudik Bukan Hanya Rutinitas Pulang, tetapi Perjalanan Spiritual

  28 Mar 2026 |   16 |   Penulis : Humas Cabang APRI Toba |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Habinsaran, (Humas). Kepala KUA Habinsaran Mudik Bukan Hanya Rutinitas Pulang Tetapi Perjalanan Spiritual. Hal ini disampaikan oleh Ikhsan Yakin Siregar,S.HI, Kepala KUA Habinsaran, sebagai Iman  khatib dalam Salat Jumat  Pada Masjid Al-Irsyad Parsobuan Jumat (27/3/2026). Dalam khotbahnya, menyampaikan  Arti  di dalam  tradisi mudik, sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan ajaran Islam tentang menyambung  silaturahmi.

Momentum ini dihadiri  Oleh Para Pemudik Arus Balik dan para musafir dari kabupaten Labuhan batu utara perbatasan dengan kabupaten Toba Samosir, bersama melaksanakan Sholat Jumat dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Dalam khotbahnya, Ikhsan Yakin Siregar,S.HI menyampaikan bahwa orang tua memiliki kewajiban  atas anak-anaknya,  baik  materi,  kasih sayang, perhatian, dan doa yang tulus. 
Ia mengingatkan bahwa mudik bukan hanya  perjalanan fisik, tetapi didalamnya  ada perjalanan spiritual untuk bertemu kepada orang tua, meraih ridha mereka, dan menggapai keberkahan hidup.

"Mudik adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada orang tua, memohon doa, dan meraih keberkahan. Karena Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua , dan kebahagiaan sejati terletak pada  doa restu orang tua ," 

Sholat Jumat berjalan lancar dan khidmat. Usai sholat, Ikhsan Yakin Siregar bersama Pengurus Masjid Al-Irsyad menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada jamaah .

Melalui khotbah ini, diharapkan masyarakat bisa  memahami bahwa mudik bukan hanya lebih dari sekadar tradisi tahunan, tetapi juga wujud nyata dari nilai-nilai keislaman yang menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua dan keluarga. (Iys )

Bagikan Artikel Ini

Infografis