Ka KUA Dolok Pardamean Bagikan Ilmu dan Bantuan, Perkuat Syiar Islam di Berbagai Lini
24 Aug 2025 | 116 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Simalungun, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dolok Pardamean, yang juga Kepala Pesantren Unggul Terpadu Sasbara, Suparno, Ahad (24/08) menunjukkan komitmennya dalam menyebarkan syiar Islam melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Dalam dua agenda terpisah, beliau tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga memfasilitasi kebutuhan umat, menunjukkan peran ganda yang strategis dalam memajukan masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara peran resmi sebagai pejabat KUA dan peran pribadi sebagai pemimpin pesantren.
Dalam sebuah kegiatan yang berfokus pada pendidikan dasar Al-Qur'an, Suparno memberikan bantuan berupa sepuluh buku Iqro' kepada pengajian anak-anak di Sipintu Angin dan Sirube-rube. Buku-buku tersebut diserahkan langsung kepada Ustaz Sundah, yang selama ini mengasuh anak-anak di dua lokasi tersebut.
Pemberian ini diharapkan dapat mempermudah proses belajar mengaji dan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur'an sejak dini. Suparno menekankan pentingnya peran para ustaz dan ustazah di pedesaan dalam menjaga keberlanjutan tradisi mengaji.
Di sisi lain, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Pesantren Unggul Terpadu Sasbara, Suparno menerima penyerahan lemari untuk Al-Qur'an di Masjid Pariwisata Baiturrahman, Kampung Bahren. Lemari tersebut merupakan wakaf dari keluarga besar Ibu Suharmi dan Bapak Hendrik Sinaga.
Bantuan ini sangat berharga untuk menjaga kerapihan dan kelestarian Al-Qur'an yang sering digunakan oleh para jemaah dan pengunjung masjid. Suparno menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas niat baik keluarga tersebut.
"Semoga Allah mengganti dengan harta yang barokah dan melimpah, umur panjang yang penuh kebaikan, serta kesehatan yang penuh kebermanfaatan," ujar Suparno saat menerima penyerahan lemari tersebut, memanjatkan doa yang tulus untuk para wakif.
Ia menambahkan bahwa setiap sumbangan, sekecil apa pun, memiliki nilai spiritual yang besar dan menjadi bekal amal jariyah yang terus mengalir. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat lain untuk turut serta dalam kegiatan serupa.
Kegiatan yang dilakukan Suparno ini menunjukkan bagaimana seorang pemimpin dapat memanfaatkan posisinya untuk memberikan dampak positif yang lebih luas di tengah masyarakat.
Dengan pendekatan yang merangkul dan berbagi, baik dalam bentuk materiil maupun non-materiil, ia tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai Kepala KUA, tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan komunitas untuk berbuat kebaikan.
Sinergi antara pesantren, KUA, dan partisipasi aktif masyarakat seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk memperkuat fondasi keagamaan dan sosial di Dolok Pardamean. (MHS/SPR)