Ka KUA Berastagi Pimpin Doa dan Santuni Veteran dalam Perayaan HUT ke-80 RI
Daerah

Ka KUA Berastagi Pimpin Doa dan Santuni Veteran dalam Perayaan HUT ke-80 RI

  18 Aug 2025 |   132 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Berastagi, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi, H. Fahmi Sahuddin Tarigan, S.H.I., M.A., turut aktif memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Berastagi pada Minggu, (17/08). Kehadiran Ka KUA Berastagi dalam serangkaian acara ini tidak hanya menegaskan peran strategis institusi agama dalam membangun kebersamaan, tetapi juga menyoroti pentingnya penghargaan terhadap jasa para pahlawan dan pemupukan toleransi antarumat beragama.

Pembacaan doa bersama, dipimpin langsung oleh H. Fahmi Sahuddin Tarigan. Doa ini dipanjatkan sebagai wujud syukur atas kemerdekaan yang telah diraih serta mengenang perjuangan para pahlawan yang gugur di medan laga.


Setelah serangkaian perlombaan dan pembagian hadiah bagi masyarakat, suasana haru dan kebersamaan begitu terasa saat acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para veteran kemerdekaan di Rumah Dinas Bupati Karo.

Bupati Karo, Antonius Ginting, turut hadir dalam acara ini, mempererat jalinan silaturahmi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pejuang bangsa. Dalam kesempatan tersebut, H. Fahmi Sahuddin Tarigan secara simbolis menyerahkan santunan dan cinderamata kepada para veteran sebagai bentuk penghargaan tulus atas jasa-jasa mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Kita tidak akan pernah bisa membalas jasa para veteran. Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah buah dari pengorbanan, darah, dan air mata mereka. Sudah menjadi kewajiban kita untuk terus menghormati dan mengenang perjuangan mereka," ujar Fahmi.

Usai ramah tamah, acara dilanjutkan dengan syukuran bersama para veteran dan rekan-rekan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karo. Kehadiran FKUB dalam acara ini menjadi simbol kuat bahwa toleransi dan kerukunan antarumat beragama adalah pilar penting dalam mengisi kemerdekaan. Kakan KUA Berastagi menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya tentang kebebasan dari penjajahan fisik, tetapi juga kebebasan dari perpecahan dan intoleransi.

"Kemerdekaan ini harus kita isi dengan semangat persatuan dan kesatuan. FKUB adalah wadah yang sangat penting untuk terus merawat dan mengembangkan toleransi di tengah masyarakat kita," tambah Fahmi. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan para pejuang kemerdekaan semakin kokoh, serta nilai-nilai toleransi terus tersemai dalam kehidupan sehari-hari di Kabupaten Karo. (MHS/FST)

Bagikan Artikel Ini

Infografis