Isak Tangis Iringi Akad Nikah Aldi dan Ayesa, Penghulu: Itu Doa Paling Tulus
Daerah

Isak Tangis Iringi Akad Nikah Aldi dan Ayesa, Penghulu: Itu Doa Paling Tulus

  19 Jul 2026 |   22 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan, H. Ramlan, MA, memimpin langsung pelaksanaan akad nikah pasangan Aldi dan Ayesa yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan pada Ahad (19/07). Prosesi ijab kabul berjalan lancar dan disaksikan oleh keluarga besar kedua mempelai serta para tamu undangan yang turut larut dalam suasana haru dan bahagia.

Sejak awal prosesi, suasana sakral begitu terasa. Setelah mempelai pria mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan napas yang tegas dan dinyatakan sah, tangis haru dari kedua orang tua, keluarga, dan para hadirin pecah mengiringi doa-doa yang dipanjatkan untuk kebahagiaan pasangan pengantin.

Dalam kesempatan tersebut, H. Ramlan, MA menyampaikan nasihat pernikahan yang sarat makna kepada kedua mempelai. Ia mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam membangun keluarga yang berlandaskan iman, kasih sayang, serta tanggung jawab.

"Jangan malu dengan air mata yang mengalir pada hari akad nikah. Tangisan itu adalah doa yang paling tulus dari orang tua dan keluarga. Di balik setiap tetes air mata tersimpan harapan agar rumah tangga yang dibangun senantiasa diberkahi Allah SWT, dipenuhi cinta, ketenangan, dan keberkahan," ujar H. Ramlan dalam untaian nasihatnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehidupan rumah tangga akan diwarnai dengan berbagai ujian. Karena itu, pasangan suami istri harus mengedepankan komunikasi yang baik, saling menghormati, menjaga amanah, dan menjadikan musyawarah sebagai jalan keluar dalam setiap persoalan yang dihadapi. 


Menurut H. Ramlan, keberhasilan sebuah rumah tangga tidak diukur dari kemewahan atau harta yang dimiliki, melainkan dari kemampuan suami dan istri untuk saling menerima kekurangan, memperkuat kelebihan masing-masing, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap fase kehidupan.

Prosesi akad nikah kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh penghulu. Seluruh keluarga dan tamu undangan mengaminkan doa-doa yang dipanjatkan agar Aldi dan Ayesa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah, serta memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Momentum penuh haru tersebut menjadi pengingat bahwa akad nikah bukan hanya ikatan hukum dan agama, tetapi juga momentum lahirnya komitmen suci untuk membangun keluarga yang harmonis, saling menguatkan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

Melalui pelaksanaan akad nikah yang berlangsung khidmat ini, KUA Kecamatan Medan Perjuangan terus berkomitmen menghadirkan layanan pencatatan nikah yang profesional sekaligus memberikan pembinaan dan nasihat perkawinan sebagai bekal bagi setiap pasangan dalam mewujudkan keluarga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan. (MHS/RML)

Bagikan Artikel Ini

Infografis