Kemenag Dorong Pesantren Jadi Benteng Moral dan Karakter Bangsa
Daerah

Kemenag Dorong Pesantren Jadi Benteng Moral dan Karakter Bangsa

  19 Jul 2026 |   18 |   Penulis : Biro Humas APRI Jawa Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur

PROBOLINGGO — Kementerian Agama terus memastikan kehadirannya memberikan dampak nyata di masyarakat, khususnya dalam mengawal moral generasi muda di era digital. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan Haul Pendiri di Pondok Pesantren Miftahul Arifin Patokan, Kecamatan Bantaran didampingi Ansori, kepala seksi Pendidikan Pondok Pesantren dan Kepala KUA Bantaran (Minggu, 19/07/2026).


Benteng Karakter di Tengah Kepungan Disrupsi Digital

Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, Dr. Samsur menyatakan bahwa tantangan zaman yang dihadapi generasi saat ini semakin kompleks. Maraknya judi daring, kecanduan game online, hingga penyalahgunaan teknologi harus diantisipasi dengan penguatan fondasi spiritual. Ia menegaskan pesantren wajib menjadi episentrum pembentukan karakter."Pesantren harus tetap menjadi benteng moral. Di tengah derasnya arus informasi, santri harus dibekali ilmu agama yang kuat sekaligus ilmu pengetahuan umum agar mampu menjawab tantangan masa depan," ujar Samsur.

Kolaborasi Tiga Pilar: Kunci Sukses Pendidikan Anak

Lebih lanjut, Kakankemenag menekankan bahwa kesuksesan pendidikan tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Diperlukan kerja keras dan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat demi memberikan dampak jangka panjang bagi masa depan anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan peran aktif dan sinergi dari tiga pilar utama: lembaga pendidikan, lingkungan masyarakat, dan pendampingan melekat dari keluarga. Orang tua diharapkan terus memotivasi putra-putrinya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Menggerakkan Potensi 4.000 Lembaga untuk SDM Moderat

Aksi nyata Kemenag Probolinggo dalam membangun umat yang berdampak juga tercermin dari besarnya ekosistem keagamaan di wilayah tersebut. Saat ini, Kemenag membina lebih dari 4.000 lembaga pendidikan keagamaan yang mencakup 320 pesantren, 1.700 Madrasah Diniyah (Madin), 1.500 TPQ, serta ribuan madrasah formal formal dari jenjang RA hingga MA.Dr. Samsur optimistis capaian angka ini bukan sekadar statistik, melainkan modal sosial dan modal besar yang sangat strategis untuk mencetak SDM yang religius, moderat, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri keislaman.

Refleksi Perjuangan dan Mahakarya Santri

Acara yang diselenggarakan oleh Pengasuh Ponpes KH. M. Wadi Thobroni Arif, S.Pd., bersama Ning Hj. Rohmatul Ummah ini juga dirangkaikan dengan Haul almaghfurlah KH. Saifullah Arif dan Hj. Tin Shohifah Mutmainnah. Hadir dalam momentum ini para ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta jajaran Forkopimka Bantaran.Selain prosesi khidmat tahlil dan doa bersama, malam sebelumnya juga dimeriahkan oleh pentas seni dan mahakarya santri. Melalui penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah ini, Kemenag berkomitmen melahirkan santri yang siap membangun masa depan bangsa sekaligus mewujudkan ketahanan keluarga yang sakinah dan berkualitas.

Bagikan Artikel Ini

Infografis