Daerah
Puncak Harlah Ke-7 APRI, Penghulu Aceh Tamiang Gelar Safari Jumat
17 Jul 2026 | 69 | Penulis : Humas PC APRI Aceh Tamiang | Publisher : Biro Humas APRI Aceh
ACEH TAMIANG – Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kabupaten Aceh Tamiang menutup rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-7 APRI dengan menggelar Safari Jumat, (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan Harlah yang sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan santunan anak yatim keluarga penghulu, penanaman pohon, dan kajian dan diskusi (bahtsul masail) tentang fiqh mawaris.
Safari berlangsung di Masjid Nurul Jannah, Desa Matang Ara Jawa Kecamatan Manyak Payed yang disampaikan oleh Lukmannul Hakim, S.H.I., Sekretaris Bidang Kajian Hukum Islam dan Karya Ilmiah APRI Aceh Tamiang. Dalam khutbahnya, ia mengangkat hadis riwayat Ad-Dailami dari Adi bin Hatim tentang enam perkara yang dapat merusak kebaikan seseorang, yaitu menyibukkan diri dengan aib orang lain (al-istighāl bi 'uyūbil khalqi), keras hati (qaswatul qalbi), cinta dunia (hubbud dunyā), kurangnya rasa malu (qillatul hayā'), panjang angan-angan (thūlul amal), serta terus-menerus berbuat zalim (dzulmun lā yantahī). Jamaah diajak menjadikan hadis tersebut sebagai pengingat untuk senantiasa memperbaiki diri dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua APRI Aceh Tamiang, Zahlul Fuad, S.H.I., M.Ag., mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian Harlah ke-7 APRI. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil dari kebersamaan dan kekompakan seluruh pengurus.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian Harlah ke-7 APRI dapat berjalan dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan semua pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung setiap kegiatan. Semoga semangat Harlah ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi energi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian sebagai penghulu, memperkuat ukhuwah, dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat," ujar Zahlul.
Melalui rangkaian kegiatan Harlah ke-7 ini, APRI Aceh Tamiang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penghulu yang tidak hanya profesional dalam memberikan pelayanan keagamaan, tetapi juga aktif membangun kepedulian sosial, memperkuat syiar Islam, serta menjadi pelopor pelestarian lingkungan. Semangat "Ekoteologi Penghulu" diharapkan terus menjadi inspirasi dalam setiap pengabdian penghulu kepada masyarakat.