Pekanbaru (Humas), Pada Jum'at (17/07) malam, bertempat di halaman masjid Paripurna Agung Al-Firdaus Komplek Perkantoran Walikota Pekanbaru, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau mengelar Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Penyuluh Agama Provinsi Riau Tahun 2026. Kepala Kantor Urusan Agama (Ka. KUA) Kecamatan Pekanbaru Kota, Muhammad Idris, S.Ag,M.Pd.I turut hadir. Sabtu (18/07/2026)D.
Acara diawali dengan defile dari masing-masing IPARI Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau, dan disaksikan oleh Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, Ka. Kanwil Kemenag Riau Dr. Muliardi, Ka. Kankemenag Kab/Kota, Para kasi, Camat Tenayan Raya, Ka. KUA serta undangan lainnya.
Dalam laporannya ketua panitia, Busihat Abdullah menyebutkan: Kegiatan ini mengusung tema "Imanku, Aksiku, Bumi Kita: Bersama Menjaga Harmoni, Merawat Bumi Melayu" dan diikuti sekitar 572 peserta kemah yang merupakan perwakilan penyuluh agama dari seluruh kabupaten /kota se-Provinsi Riau yang jumlah keseluruannya mencapai 975 orang.
Kemah ini bertujuan memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi para penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat di tengah masyarakat yang majemuk. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan penguatan terhadap implementasi nilai-nilai ekoteologi agar para penyuluh mampu menjadi pelopor dalam mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dan merawat bumi sebagai amanah bersama.
Ketua PW IPARI Provinsi Riau, Masrizal, S.Ag MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun usia organisasi IPARI baru menginjak tiga tahun, namun telah mampu menunjukkan eksistensinya melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Harapan kami, IPARI mampu melahirkan kader-kader penyuluh yang semakin berkualitas dan terus memberikan manfaat bagi umat. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya," ujarnya.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam sambutannya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi yang dinilai selaras dengan arah pembangunan Kota Pekanbaru.
"Hari ini Kota Pekanbaru sedang bergerak menuju Green City. Tema Kemah Kerukunan dan Ekoteologi ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun kota yang hijau, bersih, dan berkelanjutan. Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan sekaligus mengajak masyarakat mencintai dan menjaga lingkungan," ujar Agung Nugroho.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para penyuluh agama, pada kesempatan tersebut Wali Kota Pekanbaru juga memberikan hadiah dua paket umrah kepada penyuluh agama Islam kabupaten/kota yang beruntung.