Kepala KUA Kecamatan Gunung Toar jadi Narasumber Moderasi Beragama pada MPLS MA Ponpes Nurul Islam
Daerah

Kepala KUA Kecamatan Gunung Toar jadi Narasumber Moderasi Beragama pada MPLS MA Ponpes Nurul Islam

  18 Jul 2026 |   6 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Kuansing (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Toar, H. Jefri Eriadi, menghadiri sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Islam Gunung Toar. Kegiatan yang mengusung tema besar "Moderasi Beragama" ini berlangsung di Aula Utama Ponpes Nurul Islam, Rabu (15/07/2026).

Acara ini diikuti oleh seluruh siswa baru angkatan tahun pelajaran 2026–2027, didampingi jajaran kepala madrasah, dewan guru, pembina ponpes, serta staf tata usaha. Kegiatan ini juga merupakan bagian resmi dari rangkaian "Matamuda" atau Masa Taaruf Murid Baru Madrasah yang diselenggarakan untuk memperkenalkan lingkungan pendidikan, nilai-nilai lembaga, serta membangun karakter siswa sejak hari pertama masuk madrasah.

Dalam pemaparan materinya, H. Jefri Eriadi menjelaskan secara mendalam makna dan urgensi moderasi beragama, khususnya bagi kalangan santri dan pelajar. Ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti meremehkan ajaran agama, melainkan menempatkan sikap ke tengah yang seimbang, tidak ekstrem ke kiri maupun ekstrem ke kanan, serta menjadi fondasi utama menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

"Sebagai pelajar dan santri, kalian adalah pewaris masa depan. Kalian dituntut untuk memahami ajaran agama dengan benar, mendalam, dan kontekstual, tidak terjebak pemahaman sempit yang hanya menguntungkan diri sendiri. Belajarlah menghargai perbedaan keyakinan, perbedaan cara beribadah, serta menjadikan agama sebagai landasan untuk berbuat kebaikan bagi sesama, bukan alasan untuk membenci atau memecah belah persaudaraan," ujar H. Jefri di hadapan ratusan peserta.

Lebih lanjut, ia mengingatkan tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti arus informasi yang tidak terfilter, penyebaran paham radikal, hingga ujaran kebencian yang sering beredar di media sosial. Oleh karena itu, penanaman nilai toleransi, saling menghormati, musyawarah, dan gotong royong harus dibiasakan sejak dini, baik di lingkungan madrasah, pondok pesantren, maupun di tengah masyarakat.

 "Generasi muda, khususnya kalian yang menuntut ilmu di sini, adalah garda terdepan benteng persatuan bangsa. Jangan biarkan paham-paham yang memecah belah merusak persaudaraan kita. Jadilah pelopor kedamaian dan teladan sikap moderat di mana pun kalian berada," tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan sangat tertib dan penuh antusiasme tinggi. Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka, di mana banyak siswa berani mengajukan pertanyaan terkait cara menyikapi perbedaan pendapat, menghadapi konten yang memicu perpecahan di media sosial, hingga menjelaskan sikap moderasi kepada teman sebaya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh warga madrasah Ponpes Nurul Islam dalam menjaga harmoni, serta melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan agama, tetapi juga memiliki karakter yang arif, santun, dan cinta persatuan.

Bagikan Artikel Ini

Infografis