Evaluasi Penyaluran Hewan Kurban, KUA Tigalingga Gelar Rapat Koordinasi
Daerah

Evaluasi Penyaluran Hewan Kurban, KUA Tigalingga Gelar Rapat Koordinasi

  03 Jun 2026 |   6 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Tigalingga (Humas). Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat serta memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan dengan baik, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tigalingga menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Penyaluran Hewan Kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tigalingga dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta penyuluh agama yang bertugas di lingkungan KUA Tigalingga.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Tigalingga, Mahyuddin Al-Amir, S.Pd.I, dan dihadiri oleh Penyuluh Agama Fungsional Nurliasniati Lingga, S.Ag., MM dan Muhammad Muiz Wira Munte, S.Sos., MM, Penata Layanan Operasional Keke Sunanda Saragih, S.Pd.I, Malem Ate Sihombing, S.Pd, Karya Murni Nadeak, S.Pd.I, dan Reza Fachrurroji Kudadiri, S.Tr.Log, Pengadministrasi Perkantoran Jubaida Tarigan, S.Pd, serta Penyuluh Agama Islam Adlan Saufi Lubis, S.Pd.I.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyaluran hewan kurban yang telah dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Selain sebagai sarana evaluasi, rapat koordinasi juga menjadi wadah diskusi dan penyampaian berbagai masukan guna meningkatkan efektivitas pendampingan dan pengawasan pelaksanaan kurban di wilayah Kecamatan Tigalingga pada tahun-tahun mendatang.

Dalam arahannya, Kepala KUA Kecamatan Tigalingga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berperan aktif dalam memberikan pembinaan, pendampingan, serta edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan ibadah kurban. Menurutnya, pelaksanaan kurban bukan hanya sekadar kegiatan penyembelihan dan pembagian daging, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

"Kegiatan evaluasi ini sangat penting untuk mengetahui berbagai hal yang sudah berjalan dengan baik maupun hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Dengan adanya koordinasi yang baik, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan ibadah kurban yang merupakan salah satu syiar Islam yang sangat mulia," ujar Mahyuddin.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh unsur KUA, penyuluh agama, panitia kurban, dan masyarakat dalam memastikan penyaluran hewan kurban berjalan sesuai dengan ketentuan syariat Islam serta prinsip pemerataan dan keadilan sosial. Ia berharap hasil evaluasi yang dilakukan dapat menjadi bahan perbaikan dan penyusunan langkah strategis dalam pelaksanaan kurban di masa mendatang.

Sementara itu, Penyuluh Agama Fungsional Nurliasniati dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban setiap tahunnya menghadirkan dinamika yang beragam di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang intensif dan koordinasi yang berkelanjutan antara penyuluh agama dan para pengelola kurban agar pelaksanaan ibadah kurban dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi terkait tata cara penyembelihan hewan kurban, distribusi daging kurban, serta pemahaman mengenai nilai-nilai keikhlasan dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ibadah kurban.

Hal senada juga disampaikan oleh Muiz, yang menekankan pentingnya dokumentasi dan pelaporan kegiatan kurban sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas serta transparansi pelaksanaan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta rapat untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam setiap tahapan pelaksanaan kurban.

Suasana rapat berlangsung aktif dan penuh semangat. Para peserta rapat secara bergantian menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berbagai masukan terkait pelaksanaan penyaluran hewan kurban di sejumlah desa dan masjid yang berada di wilayah Kecamatan Tigalingga. Berbagai persoalan yang ditemui di lapangan dibahas secara terbuka dan konstruktif guna mencari solusi terbaik untuk pelaksanaan kurban yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta juga membahas sejumlah aspek penting, mulai dari mekanisme pendataan penerima manfaat, distribusi daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima, koordinasi dengan panitia kurban di tingkat desa dan masjid, hingga strategi peningkatan sosialisasi mengenai pelaksanaan kurban sesuai syariat Islam dan ketentuan kesehatan hewan.

Selain itu, para peserta rapat sepakat bahwa pelaksanaan kurban harus terus diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi dan pemetaan wilayah penerima manfaat sehingga distribusi daging kurban dapat berjalan secara merata dan tepat sasaran.

Melalui rapat koordinasi ini, KUA Kecamatan Tigalingga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan serta memperkuat sinergi antar pegawai dan penyuluh agama dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta rapat menyatakan kesiapan untuk terus meningkatkan koordinasi, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama, KUA Kecamatan Tigalingga optimistis pelaksanaan ibadah kurban di wilayahnya akan semakin tertib, berkualitas, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat. (KSS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis