Bukan Sekadar Dokumen, Penghulu KUA Payung: Buku Nikah Adalah Simbol Komitmen untuk Terus Belajar
23 Apr 2026 | 26 | Penulis : Humas Cabang APRI Karo | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Payung, (Humas). Di bawah langit cerah Desa Batukarang, sebuah lembaran baru kehidupan baru saja dimulai dengan penuh khidmat. Pada Kamis (23/04), Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Payung kembali menunjukkan dedikasinya dalam memberikan pelayanan prima melalui pelaksanaan akad nikah bagi pasangan Bakti Prima Karo Karo dan Yosi br Keliat yang berlangsung dengan penuh rasa syukur.
Hadir sebagai representasi negara, Penghulu Ahli Pertama KUA Payung, Denni Herdiansyah Nasution, S.H., memimpin langsung prosesi sakral tersebut. Kehadiran penghulu di tengah masyarakat bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mengawal momentum paling bersejarah bagi setiap warga negara.
Prosesi ijab qabul yang dilaksanakan di kediaman mempelai ini berlangsung lancar tanpa hambatan. Di hadapan para saksi dan keluarga besar, Bakti Prima mengucapkan janji suci untuk menjaga dan menyayangi Yosi br Keliat, sebuah komitmen yang menandai beralihnya tanggung jawab serta bersatunya dua jiwa dalam ikatan yang kokoh.
Seusai prosesi akad, Denni Herdiansyah Nasution menyerahkan Buku Nikah secara simbolis kepada kedua mempelai. Namun, dalam momen tersebut, beliau memberikan wejangan yang mendalam. Beliau menegaskan bahwa kedua buku kecil berwarna hijau yang kini mereka genggam adalah dokumen sah yang melindungi hak-hak mereka di mata hukum negara.
Denni berpesan bahwa Buku Nikah jangan hanya dipandang sebagai sekadar tumpukan kertas atau identitas formalitas semata. Lebih dari itu, buku tersebut adalah simbol tanggung jawab besar yang menuntut kedua mempelai untuk tidak pernah berhenti belajar. Menurutnya, ilmu dalam berumah tangga harus terus digali agar visi misi keluarga dapat tercapai.
"Menjadi pengantin baru adalah awal dari perjalanan panjang. Prioritas utama setelah ini adalah bagaimana bapak dan ibu terus menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. Jangan pernah lelah untuk belajar, baik belajar tentang pasangan maupun belajar tentang ilmu agama dan kehidupan," ujar Denni Herdiansyah Nasution dengan penuh kehangatan.
Beliau juga menambahkan bahwa kemajuan sebuah keluarga sangat bergantung pada kemauan pasangan untuk terus berkembang. Pengantin baru diharapkan memiliki semangat untuk terus maju, baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual, sehingga keluarga yang dibentuk mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar di Desa Batukarang.
Pesan inspiratif ini disambut baik oleh Bakti Prima dan Yosi. Keduanya tampak antusias menyimak arahan yang diberikan, menyadari bahwa tantangan di masa depan hanya bisa dihadapi dengan kekompakan dan keinginan untuk terus memperbaiki diri secara berkelanjutan sebagai pasangan suami istri.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan rumah tangga kedua mempelai. Pelayanan jemput bola yang dilakukan oleh KUA Payung di Desa Batukarang ini kembali membuktikan bahwa tertib administrasi pernikahan dapat berjalan beriringan dengan pemberian edukasi yang menyentuh sisi kemanusiaan dan inspirasi bagi masyarakat. (MHS/DHN)
Cs KrediOne