Bimbingan Pra Nikah: Penyuluh KUA Curup Selatan Ajak Calon Pengantin Waspadai Stunting
30 Jul 2025 | 46 | Penulis : Humas Cabang APRI Rejang Lebong | Publisher : Biro Humas APRI Bengkulu
Rejang Lebong (HUMAS) --- Dalam rangkaian kegiatan Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4), Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Curup Selatan, Sepliana. S, S.Pd, memberikan bimbingan kepada calon pengantin terkait pentingnya pencegahan stunting, Selasa (29/7) di Aula KUA Curup Selatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pasangan calon pengantin yang sedang mengikuti bimbingan pranikah sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dalam paparannya, Sepliana menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga terkait dengan kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan orang tua dalam merawat anak.
“Perkawinan bukan sekadar legalitas hubungan suami istri, tapi juga awal dari tanggung jawab besar dalam membentuk generasi sehat dan cerdas. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum kehamilan,” ujarnya di hadapan peserta.
Sepliana juga mengajak calon pengantin untuk menjaga pola makan sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, dan meningkatkan pemahaman keagamaan terkait tanggung jawab dalam rumah tangga.
Kegiatan BP4 ini merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh KUA Curup Selatan, dengan melibatkan penyuluh agama untuk memberikan bekal pengetahuan kepada calon pengantin, tidak hanya dari aspek keagamaan, tetapi juga kesehatan, sosial, dan psikologis.
Kepala KUA Curup Selatan, Samijan, S.Ag., M.HI, menyambut baik inisiatif penyuluh dalam mengangkat tema stunting. Menurutnya, isu ini sangat relevan dan mendesak untuk terus disosialisasikan di tengah masyarakat.
“KUA tidak hanya mencatat pernikahan, tapi juga berperan dalam membina dan mempersiapkan keluarga baru agar mampu menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” tegasnya.
Dengan adanya bimbingan ini, diharapkan para calon pengantin dapat memahami peran dan tanggung jawab mereka secara utuh, serta menjadi agen pencegahan stunting di lingkungan keluarga masing-masing.