Petakan Administrasi Layanan Keagamaan, KUA Sidikalang Jalin Komunikasi Strategis PAI dan PLO
Daerah

Petakan Administrasi Layanan Keagamaan, KUA Sidikalang Jalin Komunikasi Strategis PAI dan PLO

  05 Feb 2026 |   7 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang (Humas) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan. Kali ini, KUA Sidikalang melalui sinergi antara Penyuluh Agama Islam (PAI) Fungsional dan Penata Layanan Operasional (PLO) melaksanakan kegiatan rembuk bersama untuk menyusun kesepahaman layanan keagamaan. Pertemuan strategis ini melibatkan para pengurus Majelis Taklim (MT) dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang berada di wilayah binaan masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (05/02) ini dipusatkan di Masjid Baiturrahman, Sidikalang. Forum ini dirancang sebagai wadah diskusi dua arah untuk memetakan kebutuhan masyarakat serta menyelaraskan standar pelayanan yang ada di KUA dengan realitas di lapangan. Kehadiran para tokoh agama dan pengurus masjid menjadi kunci utama dalam membedah berbagai persoalan administratif yang sering dihadapi oleh umat.

Tujuan utama dari rembuk bersama ini adalah untuk menyamakan persepsi antar-stakeholder keagamaan di tingkat kecamatan. Dengan adanya kesamaan pandangan, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih informasi atau kebingungan di masyarakat mengenai prosedur layanan, mulai dari urusan pernikahan, pendaftaran majelis taklim, hingga administrasi kemasjidan lainnya.

Selain penyamaan persepsi, agenda penting lainnya adalah penyusunan administrasi berkas secara terpadu. Para penyuluh dan petugas PLO memberikan panduan mendetail mengenai dokumen apa saja yang harus disiapkan oleh masyarakat. Hal ini dilakukan agar ke depannya proses layanan dapat dikerjakan secara langsung dan efektif, tanpa harus melalui birokrasi yang berbelit atau kekurangan berkas yang berulang.

Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, dalam arahannya menekankan bahwa komunikasi kolektif adalah fondasi utama keberhasilan pelayanan. Menurut beliau, tanpa adanya koordinasi yang baik antara KUA, Penyuluh, BKM, dan Majelis Taklim, pesan-pesan pembangunan bidang agama tidak akan sampai ke akar rumput secara utuh.



"Sangat penting bagi kita untuk membangun komunikasi secara bersama dan intensif. Layanan terpadu yang prima hanya dapat diwujudkan jika semua elemen, mulai dari petugas KUA hingga pengurus BKM, memiliki satu suara dan satu pemahaman dalam melayani masyarakat," ujar H. Abdul Yajid Lingga di hadapan para peserta rembuk.

Beliau juga menambahkan bahwa dengan layanan yang terpadu dan langsung, masyarakat akan merasa lebih terbantu dan kehadiran negara melalui Kementerian Agama dapat dirasakan secara nyata. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya transformasi layanan digital dan manual yang sedang digalakkan untuk menciptakan transparansi di seluruh lini pelayanan KUA Sidikalang.

Kegiatan di Masjid Baiturrahman ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyosialisasikan hasil rembuk kepada jamaah di masing-masing wilayah. Dengan tersusunnya kesepahaman ini, diharapkan administrasi keagamaan di Kecamatan Sidikalang menjadi lebih tertib, modern, dan yang paling utama, memberikan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis