Bekali Fondasi Keluarga Sakinah, KUA Rimba Melintang Gelar Bimwin bagi 13 Pasang Catin
Daerah

Bekali Fondasi Keluarga Sakinah, KUA Rimba Melintang Gelar Bimwin bagi 13 Pasang Catin

  05 Jun 2026 |   14 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Rokan Hilir (Humas) Dalam upaya mewujudkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rimba Melintang bersama Penyuluh Agama Islam (PAI) menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah Mandiri bagi 13 pasang calon pengantin (catin), Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Rimba Melintang dan diikuti oleh pasangan yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

Pelaksanaan Bimwin merupakan bagian dari implementasi program Kementerian Agama yang bertujuan memberikan pembekalan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan dasar guna membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Kepala KUA Kecamatan Rimba Melintang, H. Andri Ihsan Munthe dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimbingan perkawinan bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi pernikahan, melainkan menjadi sarana penting dalam mempersiapkan pasangan agar lebih matang secara mental, emosional dan spiritual.

“Bimbingan perkawinan merupakan instrumen penting yang wajib diikuti oleh calon pengantin. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta memiliki pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban suami istri, mampu membangun komunikasi yang sehat, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rimba Melintang bertindak sebagai fasilitator dan narasumber. Berbagai materi strategis disampaikan kepada peserta, mulai dari konsep keluarga sakinah, komunikasi efektif dalam rumah tangga, pengelolaan ekonomi keluarga, hingga pemahaman fiqih munakahat, termasuk tata cara pelaksanaan ijab kabul yang sesuai dengan syariat Islam.

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta pencegahan stunting sejak dini. Materi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas dan berdaya saing.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para calon pengantin tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan serta aktif berkonsultasi mengenai berbagai persoalan yang berpotensi muncul pada awal kehidupan berumah tangga.(Uus/Ulfh_Humas)

Bagikan Artikel Ini

Infografis