Daerah
60 Lebih Rumah Ibadah Terdata, KUA Sidikalang Berkomitmen Wujudkan Layanan Keagamaan Inklusif
28 Jan 2026 | 21 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang layanan keagamaan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmen ini ditegaskan oleh Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., M.M., saat menerima kunjungan tim evaluasi layanan bimbingan dan pendataan rumah ibadah di kantor setempat, Senin (26/01).
Langkah inklusivitas ini dilakukan melalui pendataan yang komprehensif terhadap seluruh rumah ibadah yang ada di wilayah Sidikalang. Hingga saat ini, Penata Layanan Operasional (PLO) melaporkan kemajuan signifikan dengan berhasil melakukan verifikasi data terhadap 60 rumah ibadah yang mencakup Masjid, Musalla, hingga Gereja.
Data yang terkumpul tidak hanya sekadar angka, tetapi menjadi basis bagi KUA untuk memberikan pelayanan yang setara. Pendataan ini mencakup status tanah, legalitas bangunan, hingga profil kepengurusan, sehingga negara dapat hadir memberikan pembinaan yang tepat sasaran bagi semua rumah ibadah tanpa terkecuali.
Selain pendataan fisik bangunan, pertemuan tersebut juga membahas mengenai peta dakwah yang disusun oleh para Penyuluh Agama Islam. Peta dakwah ini berfungsi sebagai instrumen untuk memetakan potensi dan tantangan keagamaan di setiap lingkungan, guna memastikan pesan-pesan moderasi beragama tersampaikan dengan baik.
Kepala KUA Sidikalang, Abdul Yajid Lingga, dalam arahannya menekankan pentingnya akurasi data dalam sistem pelayanan publik. "Kami berkomitmen menjadikan KUA Sidikalang sebagai ruang yang inklusif. Pendataan 60 rumah ibadah yang mencakup lintas agama ini adalah bukti bahwa kami melayani seluruh umat demi menjaga harmoni dan kerukunan di Sidikalang," ujarnya.
Yajid juga mengapresiasi kinerja Penata Layanan Operasional (PLO) yang telah bekerja keras di lapangan untuk melakukan sinkronisasi data. Menurutnya, keberhasilan mengintegrasikan data Masjid, Musalla, dan Gereja dalam satu sistem merupakan langkah maju untuk mempermudah koordinasi lintas sektoral di masa mendatang.
"Kehadiran negara melalui KUA harus dirasakan oleh semua. Dengan adanya peta dakwah dari penyuluh, kita bisa mendeteksi lebih dini kebutuhan masyarakat, baik dari sisi bimbingan rohani maupun bantuan administrasi keagamaan lainnya," tambah Yajid saat meninjau hasil evaluasi tersebut.
Kegiatan evaluasi ini ditutup dengan rencana tindak lanjut untuk melakukan digitalisasi sisa data rumah ibadah yang belum terinput. KUA Sidikalang berharap, melalui layanan yang transparan dan inklusif ini, kualitas kehidupan beragama di wilayah Kecamatan Sidikalang dapat terus meningkat dalam bingkai toleransi yang kuat. (MHS)