Transformasi Digital Kearsipan: Penghulu KUA Pagentan Hadiri Sosialisasi Aplikasi Srikandi di Kemenag Banjarnegara
24 Dec 2025 | 39 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara – Dalam upaya mempercepat transformasi digital dan tertib administrasi di lingkungan Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi). Acara yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025) ini bertempat di Aula Kantor Kemenag Banjarnegara dan diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari unsur kepala Satuan Kerja (Satker) serta operator pelaksana.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sidik Pramono dan Nasta’in, yang merupakan Penghulu sekaligus perwakilan dari KUA Kecamatan Pagentan. Keikutsertaan unsur KUA dalam pelatihan ini menjadi sangat krusial, mengingat KUA merupakan garda terdepan pelayanan masyarakat yang memproduksi banyak dokumen negara, mulai dari arsip nikah hingga surat keterangan keagamaan lainnya.
Dalam sesi wawancara, Nasta’in mengungkapkan optimismenya terhadap implementasi aplikasi besutan pemerintah pusat ini. Menurutnya, digitalisasi arsip bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk efisiensi kerja.
“Aplikasi Srikandi ini adalah lompatan besar bagi kami di tingkat kecamatan. Selama ini pengelolaan arsip secara manual memiliki risiko kerusakan dan kehilangan yang tinggi. Dengan Srikandi, proses surat-menyurat dan pengarsipan menjadi lebih sistematis, cepat, dan dapat dipantau secara real-time. Kami di KUA Pagentan siap mengimplementasikan ini demi pelayanan publik yang lebih transparan,” ujar Nasta’in.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Asih Kusumawati, yang merupakan Arsiparis dari Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen. Dalam paparannya, Asih menekankan bahwa aplikasi Srikandi bertujuan untuk menciptakan keseragaman pola kearsipan secara nasional, sehingga koordinasi antarinstansi menjadi lebih sinkron.
“Srikandi bukan hanya soal memindahkan kertas ke layar komputer, melainkan membangun budaya kerja baru yang lebih akuntabel. Setiap naskah dinas yang keluar maupun masuk akan terekam dengan validitas yang terjaga. Saya berharap 65 operator dan kepala satker yang hadir hari ini dapat menjadi motor penggerak di unit kerja masing-masing agar Banjarnegara bisa segera beralih sepenuhnya ke kearsipan digital,” tegas Asih Kusumawati.
Pelatihan yang berlangsung hingga sore hari ini diisi dengan praktik langsung (hands-on) penggunaan aplikasi, mulai dari pembuatan draf surat, proses penandatanganan elektronik (TTE), hingga tata cara pemberkasan digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Satker di bawah naungan Kemenag Banjarnegara dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berbasis teknologi.