10 Mar 2026 |
7 |
Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |
Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Teluk Mengkudu, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Teluk Mengkudu bersinergi dengan Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPLKB) dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Mts Al Ikhlasiyah Maruyub Sei Buluh, Jumat (3/6/2026). Kolaborasi ini menitikberatkan pada intervensi hulu, yakni memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai kaitan erat antara pernikahan dini dengan risiko kelahiran anak stunting. Langkah ini selaras dengan target Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk mencapai Zero Stunting pada tahun 2030.
Berdasarkan data terkini, Kabupaten Serdang Bedagai telah berhasil menurunkan prevalensi stunting secara signifikan menjadi 14,4% pada tahun 2023, dan terus mengupayakan penurunan hingga target 13% pada tahun 2029 melalui aksi konvergensi lintas sektor. Kepala KUA Teluk Mengkudu menyampaikan bahwa remaja adalah sasaran strategis dalam memutus rantai stunting. "Stunting bukan hanya masalah gizi saat bayi lahir, tapi dimulai dari kesiapan fisik dan mental calon orang tua sejak masa remaja," tegas Agus Salim dalam kegiatan sosialisasi di Mts Al Ikhlasiyah Maruyub Sei Buluh Teluk Mengkudu.
Kepala KUA Teluk Mengkudu menyatakan bahwa edukasi sebelum menikah sangat krusial. "Melalui sinergi ini, kami memberikan pemahaman hukum agama, sementara rekan-rekan dari BPLKB fokus pada kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting. Kami ingin pasangan yang keluar dari sini tidak hanya sah secara hukum, tapi juga siap membangun keluarga sehat," ujarnya.
Dalam sesi tersebut, penyuluh dari BPLKB menekankan pentingnya penggunaan aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). Calon pengantin diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan seperti cek kadar hemoglobin (Hb), lingkar lengan atas, serta berat badan sebagai deteksi dini risiko kesehatan bagi ibu dan calon bayi.
"Tugas kami memastikan calon pengantin memahami pentingnya gizi dan perencanaan kehamilan. Ini adalah garda terdepan kita untuk memutus mata rantai stunting sejak dari hulu," ungkap salah satu penyuluh BPLKB. Kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka perselisihan rumah tangga serta menjamin lahirnya generasi yang sehat secara jasmani dan rohani. Program kolaborasi BPLKB dan KUA ini rencananya akan terus dilaksanakan secara rutin setiap pekannya sebagai bagian dari standar pelayanan publik yang terintegrasi.