Kemenag Banjarnegara Gelar Pembinaan APRI, Penghulu Diminta Profesional dan Jadi Garda Terdepan Kerukunan Umat
News

Kemenag Banjarnegara Gelar Pembinaan APRI, Penghulu Diminta Profesional dan Jadi Garda Terdepan Kerukunan Umat

  30 Apr 2026 |   6 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara – Para penghulu dari seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara mengikuti kegiatan pembinaan anggota APRI yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara pada hari Kamis, 30 April 2026, yang bertempat di Rumah Makan Bu Lies, Sigaluh, Banjarnegara. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh para penghulu se-Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme penghulu dalam menjalankan tugas dan fungsi (TUSI) sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Agama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi dan penguatan sinergi antar penghulu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sukarno, serta Kasi Bimas Islam Kemenag Banjarnegara, Slamet Wahyudi. Kehadiran kedua pejabat tersebut memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta yang hadir.

Dalam sambutannya, Sukarno menegaskan bahwa penghulu memiliki peran yang sangat penting dalam pelayanan keagamaan, khususnya dalam pelayanan pernikahan, pembinaan keluarga sakinah, serta tugas-tugas keagamaan lainnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Ia berharap seluruh penghulu dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, penghulu tidak hanya bertugas sebagai pencatat nikah, tetapi juga menjadi ujung tombak pelayanan keagamaan yang harus mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas.

Secara khusus, Kepala Kemenag memberikan penekanan kepada para Kepala KUA agar lebih profesional dalam menjalankan amanah jabatan. Hal ini karena Kepala KUA memiliki tanggung jawab besar dengan 48 tugas pokok dan fungsi yang harus dijalankan secara optimal.

“Diharapkan penghulu menjalankan TUSI-nya sebaik mungkin, terkhusus Kepala KUA agar profesional dalam menjalankan tugas sebagai Kepala KUA yang mempunyai 48 TUSI,” ujar Sukarno dalam arahannya kepada peserta pembinaan.

Selain itu, beliau juga mendorong para penghulu untuk terus berinovasi dalam menjalankan tugas. Inovasi sangat diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, efisien, dan mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan kerja.


Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi EWS SIRUKUN yang disampaikan oleh Admin FKUB Kemenag Banjarnegara, Alusius Ari Setyanto,S.Pd. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang sistem deteksi dini terhadap potensi konflik keagamaan yang dapat terjadi di tengah masyarakat.

Melalui aplikasi EWS SIRUKUN, penghulu diharapkan menjadi garda terdepan serta aktor utama dalam melakukan input data sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi konflik keagamaan. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan penghulu di Kabupaten Banjarnegara semakin profesional, inovatif, dan mampu menjaga kerukunan umat beragama di masyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Infografis