Tekan Angka Buta Aksara Al-Qur’an, KUA Sidikalang Intensifkan Metode Baca Tulis di Wilayah Binaan
Daerah

Tekan Angka Buta Aksara Al-Qur’an, KUA Sidikalang Intensifkan Metode Baca Tulis di Wilayah Binaan

  16 Jan 2026 |   4 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Pada Selasa (13/01), Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag, MM, memimpin langsung jajarannya untuk mengintensifkan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang dipusatkan di Masjid Jabal Nur, Delleng Amal.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis KUA Sidikalang untuk memastikan masyarakat muslim, khususnya di wilayah pelosok, memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dengan benar. Dalam kunjungan tersebut, H. Abdul Yajid Lingga didampingi oleh sejumlah staf administrasi dan Penata Layanan Operasional (PLO) yang bertugas sebagai tim teknis instruktur di lapangan.

Dalam arahannya, H. Abdul Yajid Lingga menekankan bahwa pemahaman Al-Qur’an harus dimulai dari kemampuan dasar, yakni membaca dan menulis (BTQ). Menurut beliau, metode berbasis baca-tulis ini sangat efektif untuk mempercepat daya serap jamaah karena melibatkan indra penglihatan, pendengaran, dan gerakan tangan secara bersamaan.

Program pemberantasan buta aksara ini disambut antusias oleh jamaah Masjid Jabal Nur Delleng Amal. Kehadiran tim dari KUA Sidikalang memberikan semangat baru bagi para jamaah, baik anak-anak maupun orang dewasa, yang ingin memperbaiki kualitas bacaan serta memperdalam kecintaan mereka terhadap kitab suci Al-Qur’an.

Selama kegiatan berlangsung, para staf dan PLO KUA Sidikalang memberikan bimbingan intensif dengan pendekatan yang humanis. Mereka menggunakan metode yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing peserta, sehingga proses belajar terasa lebih ringan dan menyenangkan bagi para jamaah yang baru memulai belajar mengenal huruf hijaiyah. 



H. Abdul Yajid Lingga menyatakan bahwa kegiatan di Delleng Amal ini bukanlah agenda sekali jalan, melainkan bagian dari program berkelanjutan. Pihak KUA berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kemampuan jamaah secara berkala melalui koordinasi dengan pengurus masjid dan tokoh masyarakat setempat agar target nol persen buta aksara dapat tercapai.

Lebih lanjut, program ini juga bertujuan untuk membentengi aqidah umat dari pengaruh paham-paham yang menyimpang. Dengan kemampuan membaca Al-Qur’an secara mandiri, masyarakat diharapkan dapat menggali nilai-nilai luhur agama langsung dari sumber utamanya, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang religius dan moderat.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan motivasi dari Kepala KUA agar jamaah tetap istiqomah dalam belajar. "Al-Qur’an adalah cahaya hidup kita. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan kami dari KUA Sidikalang akan selalu hadir untuk mendampingi Bapak dan Ibu sekalian," pungkas H. Abdul Yajid Lingga mengakhiri kunjungan tersebut. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis