Tangis Haru Mualaf, KUA Purworeja Klampok Hadirkan Pendampingan dan Bimbingan Spiritual, Wujudkan Islam yang Penuh Kasih dan Kedamaian
29 Aug 2025 | 146 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara - Suasana haru menyelimuti aula Kantor Urusan Agama (KUA) Purworeja Klampok ketika seorang warga dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat. KUA kembali menunjukkan perannya tidak hanya sebagai lembaga pelayanan nikah, namun juga sebagai pusat bimbingan keagamaan masyarakat. Hal ini terlihat dari kegiatan pendampingan seorang warga yang memutuskan untuk memeluk agama Islam (mualaf) pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Proses ikrar syahadat berlangsung khidmat di aula KUA Purworeja Klampok, dipandu langsung oleh Kepala KUA bersama penyuluh agama Islam dan juga CPNS Penghulu tahun 2024. Dengan penuh ketulusan, calon mualaf dibimbing melafalkan dua kalimat syahadat sebagai tanda sah masuk Islam.
Kepala KUA, Achmad Badrun, menyampaikan bahwa pendampingan mualaf adalah bagian dari tugas pelayanan KUA kepada masyarakat. “Kami tidak hanya menerima ikrar syahadat, tetapi juga mendampingi dan memberikan bimbingan dasar-dasar keislaman agar mualaf bisa menjalani ibadah dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, penyuluh agama Islam juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi mualaf. Mereka akan diberikan pengenalan tentang wudhu, shalat, bacaan doa, hingga pemahaman ajaran Islam secara bertahap. Dengan demikian, mualaf tidak merasa sendirian dalam perjalanan barunya.
Tak hanya sampai pada ikrar syahadat, KUA juga memberikan bimbingan dasar kepada mualaf, seperti tata cara berwudhu, melaksanakan shalat, membaca doa-doa pendek, hingga pengenalan nilai-nilai ajaran Islam secara bertahap. Penyuluh agama Islam turut menambahkan bahwa pembinaan ini akan dilakukan secara berkesinambungan agar mualaf semakin mantap dan tidak mengalami kebingungan di awal perjalanan keislamannya.
Mualaf yang baru saja memeluk Islam, Febrian Dwi Saputra menyampaikan rasa syukur dan harunya. “Saya merasa seperti dilahirkan kembali. Hati saya tenang setelah mengucapkan syahadat. Saya sangat bersyukur karena KUA tidak hanya menerima saya, tetapi juga membimbing saya dengan sabar. Saya berharap bisa belajar lebih banyak tentang Islam dan menjadi muslim yang baik,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan adanya kegiatan pendampingan seperti ini, KUA menegaskan kembali perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan keagamaan dan penguatan akidah umat. Kehangatan, perhatian, dan pembinaan yang diberikan menjadi wujud nyata bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, rahmatan lil ‘alamin.