Tak Sekadar Ijab Kabul, KUA Kisaran Timur Berikan BRUN Akper Yagma Kisaran
09 Nov 2025 | 36 | Penulis : Humas Cabang APRI Asahan | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Kisaran, (Humas). Kegiatan yang digagas oleh Seksi Bimas Islam Kemenag Asahan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja usia nikah agar memiliki kesiapan mental, emosional, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memahami pentingnya membangun rumah tangga yang sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini laksankan di ruang kelas AKPER YAGMA (Akademi Keperawatan Gita Matura Abadi), pada hari Kamis, 6 November 2025 Pukul 10.00 Wib s/d Selesai. Dalam kegiatan ini di hadiri oleh mahasiswa/I yang berjumlah + 50 muda mudi, Minggu,(09/11).
Kegiatan ini di hadiri Oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Asahan Dr. H. Faisal Sadad Harahap, M.H., Kakua Kec Kistim (Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kisaran Timur) sekaligus PC APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Kab. Asahan Prov. Sumatera Utara H. Junaidi, S.Ag., M.M., Kepala Yayaan AKPER YAGMA, dan Penyuluh Agama Islam Kec. Kisaran Timur.
Dalam kata sambutannya kepala AKPER YAGMA memberi materi, bahwa Perencanaan Pasangan Muda. Menurutnya, perencanaan yang matang sejak usia muda sangat diperlukan agar pernikahan tidak hanya bertahan, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan stabilitas dalam kehidupan. “Pasangan muda atau remaja usia nikah harus memahami bahwa pernikahan adalah tanggung jawab besar. Oleh karena itu, perencanaan dari sisi komunikasi, ekonomi, dan peran dalam keluarga harus dipikirkan bersama sejak awal,” ujar Istiana.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pentingnya kesetaraan dan kerja sama dalam rumah tangga. Tidak hanya suami sebagai pencari nafkah, tetapi istri juga memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan dan mengelola rumah tangga.
Tidak ingin ketinggal Junaidi dalam isi materinya menyampaikan bahwa kesiapan menikah tidak hanya diukur dari usia atau niat semata, tetapi juga dari kesiapan menghadapi tantangan hidup berkeluarga. “Kita harus mengubah cara pandang bahwa membangun keluarga bukan hanya tugas satu pihak. Suami dan istri harus berjalan beriringan, saling mendukung, dan memiliki visi yang sama dalam membangun masa depan bersama, menikah bukan pelarian dari masalah, tapi awal dari proses pendewasaan. Maka, penting bagi kalian untuk terus belajar, saling mengenal, dan memiliki tujuan hidup yang jelas sebelum memutuskan untuk menikah,” pesannya.
Pada waktu yang tepat penyampaian materi terakhir oleh Faisal Sadad Hrahap memberi pesan kepada kita semua bahwa “Pernikahan bukan tentang mencari yang sempurna, tapi bagaimana dua insan saling melengkapi dan bertumbuh bersama,” ujarnya.
Lebih dari itu, BRUN juga membahas berbagai keterampilan dasar yang penting dalam kehidupan rumah tangga. Mulai dari komunikasi yang efektif, pengelolaan konflik, hingga pengelolaan keuangan rumah tangga. Semua materi disampaikan dengan pendekatan yang ringan, dialogis, dan penuh contoh konkret dari kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan realitas para peserta. Kegiatan ini bertujuan utama untuk mempersiapkan remaja usia nikah agar memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus dalam BRUN antara lain: 1).Meningkatkan kesadaran dan kesiapan untuk menikah, termasuk pemahaman hak dan kewajiban sebagai suami atau istri. 2).Mengembangkan keterampilan membangun relasi yang sehat dan harmonis. 3).Mencegah terjadinya konflik dan kekerasan rumah tangga yang sering terjadi karena kurangnya pemahaman atau komunikasi. 4).Meningkatkan kualitas pernikahan, bukan hanya dari sisi agama, tapi juga emosional dan sosial.
Faisal Sadad Harahap menambahkan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian dari upaya pencegahan jangka panjang. “Kita ingin remaja kita tidak hanya menikah karena tuntutan usia atau lingkungan, tapi karena memang sudah siap lahir batin. Pernikahan yang sehat dimulai dari persiapan yang matang,” jelasnya.
Kegiatan Ini ditutup dengan berdoa bersama untuk mendapatkan keberkahan dalam kegiatan ini yang di pimpin oleh ustadz H. Raja Dedi Hermansyah, S.Ag. selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kisaran Timur. (MHS/JUN)