Sinergi KUA Sidikalang Beri Pembinaan Spiritual di Majelis Taklim Amaliyah SPG
Daerah

Sinergi KUA Sidikalang Beri Pembinaan Spiritual di Majelis Taklim Amaliyah SPG

  26 Dec 2025 |   24 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemahaman keagamaan di tengah masyarakat. Melalui jajaran Penyuluh Agama Islam (PAI) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), KUA Sidikalang melaksanakan kegiatan pembinaan rutin di Majelis Taklim Amaliyah SPG, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, pada Selasa (23/12).

Kegiatan ini mengusung semangat "GERCEP" (Gerak Cepat), sebuah jargon aksi nyata dari para penyuluh untuk menyentuh langsung simpul-simpul pengajian di tingkat desa dan kelurahan. Kehadiran para penyuluh ini disambut hangat oleh puluhan ibu-ibu anggota Majelis Taklim Amaliyah yang antusias menimba ilmu dan memperdalam wawasan keislaman mereka.

Hadir sebagai narasumber utama dalam pembinaan tersebut adalah Penyuluh Agama Islam PPPK Kecamatan Sidikalang, yaitu Sawal Dabutar, S.Sos.I. dan Muiz Wira Munte, S.Sos., MM. Keduanya berbagi peran dalam memaparkan materi yang sangat krusial bagi kehidupan spiritual umat, yakni tentang konsep keterhubungan antara hamba dengan Sang Pencipta.

Dalam paparannya, Sawal Dabutar menekankan pentingnya sinergi antara Doa dan Usaha. Ia menjelaskan bahwa doa bukan sekadar kata-kata, melainkan bentuk pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Namun, doa harus dibarengi dengan usaha yang nyata agar harapan yang diinginkan dapat terwujud sesuai dengan sunnatullah yang berlaku di dunia.

Melanjutkan materi tersebut, Muiz Wira Munte menguraikan lebih dalam mengenai makna Ikhtiar dan Tawakal. Menurutnya, ikhtiar adalah perjuangan sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan, sementara tawakal adalah sikap menyerahkan segala hasil akhir kepada keputusan Allah setelah proses maksimal dilakukan. Kombinasi keempat elemen ini disebut sebagai kunci ketenangan jiwa.

“Kita tidak boleh hanya berpangku tangan menunggu keajaiban tanpa ikhtiar, namun kita juga tidak boleh sombong atas hasil usaha kita tanpa melibatkan doa dan tawakal. Keduanya harus berjalan beriringan agar kita tidak mudah putus asa saat menghadapi ujian hidup,” ujar Muiz Wira Munte di hadapan para jamaah.

Interaksi berlangsung dua arah, di mana para jamaah aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik tawakal dalam kehidupan rumah tangga dan keseharian. Pembinaan ini diharapkan mampu memperkuat mentalitas spiritual masyarakat Sidikalang, khususnya para ibu yang menjadi madrasah pertama dalam keluarga, agar selalu optimis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama. Melalui program pembinaan berkelanjutan seperti ini, KUA Sidikalang melalui para penyuluh PPPK berharap dapat terus menebarkan kesejukan dan bimbingan agama yang inklusif, sekaligus mempererat silaturahmi antara institusi Kemenag dengan masyarakat luas. (MHS/SD)

Bagikan Artikel Ini

Infografis