Silaturahmi Tokoh Umat Beragama KUA Kisaran Timur Mengedepankan Toleransi dan Saling Menghargai
Daerah

Silaturahmi Tokoh Umat Beragama KUA Kisaran Timur Mengedepankan Toleransi dan Saling Menghargai

  11 Nov 2025 |   39 |   Penulis : Humas Cabang APRI Asahan |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Kisaran, (Humas). Pelaksanaan moderasi beragama sudah menjadi pilihan bangsa Indonesia, untuk melaksanakan ibadahnya sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Seluruh agama dan pemeluk kepercayaan sudah difasilitasi oleh negara, sesuai dengan porsi masing-masing.

Keadilan bukan berarti sama rata, tetapi proporsional dengan kebutuhan dan kemampuan nya masing-masing. Kegiatan ini laksankan di KUA Kec. Kisaran Timur, Pukul 08.00 Wib s/d Selesai. Selasa, (11/11).

Kegiatan ini di hadiri Oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Asahan Dr. H. Faisal Sadad Harahap, M.H., Kakua Kec Kistim (Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kisaran Timur) sekaligus PC APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Kab. Asahan Prov. Sumatera Utara H. Junaidi, S.Ag., Tokoh Agama. Baik Agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, Katolik, dan Penyuluh Agama Islam Kec. Kisaran Timur.


Faisal Sadad Harahap menyampaikan bahwa untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kab. Asahan salah satunya dengan penguatan moderasi beragama. “Bagaimana kita merubah cara pandang kita dan tingkah laku kita dalam beragama dengan mengedepankan toleransi serta saling menghargai dan menghormati sesama umat beragama, bukan berarti mencampuradukkan ajaran umat beragama, namun lebih kepada sikap saling memahami, saling menyayangi saling menghargai dan menghormati sesuai dengan ajaran masing – masing. Dengan demikian akan membawa kebaikan, kasih sayang kepada sesama makhluk dan juga dapat menjaga keutuhan dalam saling menghargai.

Tak kala Penting dalam penyampaian Junaidi, menyampaikan bahwa Dimana sikap moderat itu ada ditengah tengah, tidak ke kiri maupun ke kanan. Jadi moderat itu berada di tengah tengah, artinya tidak boleh kekurangan pemahaman agama ataupun kelebihan. Kekurangan bisa menjadi sekuler kelebihan bisa menjadi fanatik ekstrim dan keduanya berbahaya,” pungkasnya.

Bagikan Artikel Ini

Infografis