Safari Majelis Taklim KUA Berampu: Penghulu KUA Kupas Tuntas Syarat Sah Salat di Masjid Al-Furqon
06 Jan 2026 | 17 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Berampu, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berampu kembali menggelar kegiatan rutin pembinaan keagamaan bagi masyarakat melalui program Safari Majelis Taklim. Kegiatan kali ini dilaksanakan pada hari Senin, (05/01), bertempat di Masjid Al-Furqon, Desa Kuta Tinggi. Acara ini dihadiri oleh jemaah setempat yang antusias untuk memperdalam ilmu fikih guna menyempurnakan ibadah harian mereka.
Kegiatan Safari Majelis Taklim ini menghadirkan pemateri utama, Penghulu KUA Berampu, Muhammad Aidil Hanafi, Lc, MH. Kehadiran beliau disambut hangat oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) serta tokoh masyarakat Kuta Tinggi. Program ini merupakan salah satu upaya KUA Berampu untuk "menjemput bola" dalam memberikan edukasi keagamaan secara langsung ke tengah-tengah masyarakat desa.
Dalam tausiahnya, Muhammad Aidil Hanafi membedah kitab kuning klasik, yakni Kitab Sulamul Munajat. Kajian difokuskan pada bab fikih ibadah, secara spesifik membahas mengenai syarat sah salat yang kedua. Pemilihan topik ini dinilai sangat krusial karena menyangkut keabsahan ibadah paling utama dalam Islam, di mana pemahaman yang keliru dapat menyebabkan salat seseorang tidak diterima.
Pembahasan inti berpusat pada tata cara bersuci atau thaharah, khususnya mengenai teknis mengangkat hadats besar dan hadats kecil. Muhammad Aidil menjelaskan secara rinci perbedaan mendasar antara kedua jenis hadats tersebut serta konsekuensi hukumnya. Beliau menekankan bahwa kesucian badan dari hadats merupakan syarat mutlak sebelum seorang hamba menghadap Tuhannya dalam salat.
Lebih lanjut, alumni Timur Tengah tersebut menguraikan tata cara menghilangkan hadats kecil melalui wudu yang benar sesuai tuntunan syariat, mulai dari niat hingga tertib gerakan. Sementara untuk hadats besar, beliau menjelaskan rukun-rukun mandi wajib (ghusl) yang harus dipenuhi agar hadats tersebut benar-benar terangkat, sehingga tubuh kembali suci dan layak untuk melaksanakan ibadah.
"Banyak dari kita yang mungkin sudah melakukan rutinitas mandi wajib atau wudu, namun terkadang melupakan rukun-rukun yang wajib atau syarat sahnya, sehingga status hadatsnya belum hilang. Melalui Kitab Sulamul Munajat ini, kita luruskan kembali pemahaman tersebut agar salat kita sah di mata Allah SWT," ujar Muhammad Aidil Hanafi di sela-sela penyampaian materinya.
Suasana pengajian berlangsung khidmat namun interaktif. Para jemaah Masjid Al-Furqon tampak menyimak dengan seksama setiap penjelasan yang disampaikan. Beberapa jemaah juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya langsung mengenai keraguan yang sering mereka alami dalam praktik bersuci sehari-hari, yang kemudian dijawab dengan lugas dan jelas oleh pemateri.
Kegiatan Safari Majelis Taklim ini ditutup dengan doa bersama. Pihak KUA Berampu berharap, melalui kajian rutin Kitab Sulamul Munajat ini, masyarakat Desa Kuta Tinggi dapat memiliki fondasi keilmuan yang lebih kuat dalam beribadah. Kegiatan serupa rencananya akan terus digulirkan secara bergilir ke masjid-masjid lain di wilayah kerja KUA Kecamatan Berampu. (MHS)