Rabu Fiqih: Sharing Time Bersama KUA Curup Selatan
Daerah

Rabu Fiqih: Sharing Time Bersama KUA Curup Selatan

  21 Jul 2025 |   35 |   Penulis : Humas Cabang APRI Rejang Lebong |   Publisher : Biro Humas APRI Bengkulu

Rejang Lebong (Humas) ---- Ada yang berbeda di Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Selatan setiap hari Rabu pekan ke-2 dan ke-3. Ruang pertemuan yang biasanya hening, berubah menjadi ruang dialog hangat, penuh semangat tukar pikiran. Dipimpin langsung oleh Kepala KUA, Samijan, S.Ag., M.H.I., bersama para Penyuluh Agama Islam, kegiatan ini menjadi rutinitas penting dalam menjawab persoalan-persoalan umat yang semakin kompleks.

Kegiatan yang dikenal dengan sebutan “Rabu Fiqih” ini bukan sekadar diskusi biasa. Ini adalah ruang refleksi dan kajian mendalam yang membahas berbagai isu yang berkembang di masyarakat, terutama terkait masalah fikih seperti pernikahan, waris, muamalah, hingga problem sosial keagamaan lainnya.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk ikhtiar menjawab kebutuhan masyarakat. Banyak permasalahan yang butuh panduan fikih yang kuat namun juga kontekstual,” ujar Samijan, Kepala KUA Curup Selatan, Rabu (9/7).

Para penyuluh agama yang sehari-hari turun langsung ke tengah masyarakat turut berbagi pengalaman, sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan. Dari masalah pernikahan siri, pemahaman zakat, hingga polemik hukum waris modern semuanya dibahas dengan pendekatan ilmiah dan disesuaikan dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Tusmi Rahayu salah satu Penyuluh Agama Islam, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dirinya dalam memperkuat argumentasi ketika memberikan bimbingan kepada masyarakat. “Kami merasa tidak sendiri. Setiap masalah bisa kami bahas bersama, cari solusinya, lalu kami aplikasikan dalam bimbingan di lapangan,” ungkapnya.

Tak jarang, diskusi ini juga menghasilkan rekomendasi atau strategi dakwah baru yang kemudian diterapkan dalam berbagai program penyuluhan agama.

Selain sebagai ajang peningkatan kapasitas, “Rabu Fiqih” ini juga memperkuat sinergi internal KUA Curup Selatan, yang terus berkomitmen menjadi garda terdepan pelayanan umat.

Kegiatan ini pun direncanakan untuk terus dikembangkan, dengan membuka ruang bagi tokoh masyarakat atau bahkan akademisi untuk turut serta dalam diskusi ke depan.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi KUA lain. Bahwa persoalan fikih bukan hanya untuk dibahas di ruang kuliah, tetapi juga harus hidup dan menjawab persoalan nyata umat,” pungkas Samijan.

Tags:

Bagikan Artikel Ini

Infografis