Perkuat Literasi Keagamaan, KUA Siantar Marihat Fokus IRAMA Menjelang Ramadhan
04 Feb 2026 | 28 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Pematang Siantar | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Pematangsiantar, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siantar Marihat menggelar kegiatan pembinaan Majelis Taklim yang berlangsung khidmat di aula Kantor KUA, Senin (02/02). Acara ini menjadi momentum penting bagi para pengurus dan anggota majelis di tingkat kecamatan untuk memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam menyongsong bulan suci yang kian dekat.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal KUA, tetapi juga menggandeng jajaran Penyuluh Agama Islam dari Kota Pematangsiantar. Kehadiran para penyuluh ini bertujuan untuk memberikan arahan teknis serta bimbingan spiritual yang lebih mendalam, sehingga Majelis Taklim memiliki pegangan yang kuat dalam menjalankan fungsi edukasi di tengah masyarakat.
Menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai fenomena "IRAMA" atau Informasi Ramadhan. Istilah ini merujuk pada berbagai arus informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan ibadah puasa, yang seringkali memerlukan filter agar tidak menimbulkan kebingungan atau perbedaan persepsi di tingkat akar rumput.
Fokus pembinaan IRAMA ini bertujuan untuk menyatukan frekuensi mengenai jadwal imsakiyah, tata cara ibadah, hingga isu-isu kontemporer yang kerap muncul menjelang bulan puasa. Dengan adanya pemahaman yang satu pintu, diharapkan ibu-ibu Majelis Taklim dapat menjadi corong informasi yang akurat dan kredibel bagi keluarga maupun lingkungan sekitar mereka.
Para penyuluh dari Kota Pematangsiantar menekankan pentingnya menyaring setiap kabar yang beredar di media sosial. Di era digital yang serba cepat, informasi keagamaan yang tidak jelas sumbernya seringkali menyusup, sehingga penguatan literasi informasi menjadi agenda yang tak kalah krusial dalam sesi pembinaan yang interaktif tersebut.
Suasana diskusi terlihat hidup saat para peserta mulai melontarkan pertanyaan terkait dinamika informasi terkini yang mereka temui di lapangan. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan bimbingan agama yang relevan dan kontekstual masih sangat tinggi, terutama dalam menyikapi perbedaan-perbedaan kecil yang berpotensi menjadi polemik jika tidak dijelaskan dengan bijak.
Kepala KUA Siantar Marihat, Muhammad Zuhri Pulungan, S.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa Majelis Taklim adalah benteng pertahanan moral sekaligus pusat edukasi umat yang paling efektif. Melalui program IRAMA, pihak KUA ingin memastikan bahwa setiap pesan Ramadhan yang sampai ke telinga masyarakat bersifat menyejukkan, mencerahkan, dan sesuai dengan tuntunan syariat yang moderat.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyebarkan semangat IRAMA secara masif namun tetap santun. Harapannya, persiapan spiritual dan intelektual yang dilakukan sejak dini ini dapat membuat pelaksanaan ibadah Ramadhan di wilayah Kecamatan Siantar Marihat berjalan lebih tertib, penuh berkah, dan terjaga dari paparan disinformasi. (MHS)