Perkuat Kualitas ASN, KUA Mandiraja Terima Kunjungan Monitoring Latsar dari Balai Diklat Semarang
Daerah

Perkuat Kualitas ASN, KUA Mandiraja Terima Kunjungan Monitoring Latsar dari Balai Diklat Semarang

  13 Sep 2025 |   95 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara  – Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja mendapat kunjungan istimewa dari tim Balai Diklat Keagamaan Semarang dalam rangka kegiatan Monitoring Pelaksanaan Latihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Periode 1 dan Periode 2. Monitoring ini merupakan bagian penting dari rangkaian proses pembinaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Agama, untuk memastikan kelancaran sekaligus efektivitas pelaksanaan Latsar. (12/9)

Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, menyambut langsung kedatangan tim monitoring di ruang kerjanya. Dalam kesempatan ini, Irfan selaku mentor bagi peserta Latsar dari KUA Mandiraja, menjalankan kewajibannya dengan mengisi form penilaian yang disediakan oleh tim. Penilaian ini meliputi aspek kedisiplinan, integritas, kemampuan kerja sama, serta penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK di lingkungan kerja.

Sementara itu, Prayogi Dwi Apriyanto, peserta Latsar CPNS Golongan III dari KUA Mandiraja, juga mendapat kesempatan untuk mengisi form instrumen monitoring yang berisi serangkaian pertanyaan. Form tersebut digunakan untuk menggali pengalaman peserta selama mengikuti Latsar, kendala yang dihadapi, serta sejauh mana pembelajaran yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam tugas sehari-hari.

Dalam arahannya, Kepala KUA Mandiraja Irfan Sulastono menekankan bahwa kegiatan monitoring ini bukan hanya formalitas administrasi, tetapi merupakan instrumen penting dalam memastikan kualitas pembinaan CPNS.25

“Kegiatan monitoring seperti ini memberikan ruang evaluasi sekaligus refleksi. Dengan adanya penilaian dari mentor dan masukan dari peserta, kita bisa memastikan bahwa Latsar benar-benar menghasilkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi pada masyarakat,” ujar Irfan.

Lebih lanjut, Irfan juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan di luar Latsar. Menurutnya, kompetensi dan karakter ASN tidak hanya terbentuk melalui pelatihan, tetapi juga melalui bimbingan, teladan, dan pengalaman kerja sehari-hari di lingkungan KUA.

Di sisi lain, Prayogi Dwi Apriyanto menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kepala KUA Mandiraja yang selalu membimbing dan memotivasi dalam setiap proses.

“Saya merasa terbantu dengan adanya monitoring ini karena bisa memberikan umpan balik langsung terkait pengalaman Latsar. Semoga hal ini memacu saya untuk lebih disiplin, meningkatkan kinerja, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui KUA Mandiraja,” ungkap Prayogi.

Tim monitoring dari Balai Diklat Keagamaan Semarang juga memberikan arahan teknis agar peserta dapat lebih optimal dalam menyerap materi yang telah diberikan selama Latsar. Mereka menekankan bahwa tujuan utama dari monitoring ini adalah untuk memastikan adanya sinergi antara teori yang didapat dalam pelatihan dengan praktik nyata di lapangan.

Dengan terlaksananya monitoring ini, diharapkan CPNS peserta Latsar dapat semakin mantap dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran KUA Mandiraja sebagai lembaga yang mendukung penguatan kompetensi ASN, khususnya dalam pelayanan keagamaan dan pembinaan masyarakat.

Monitoring Latsar CPNS di KUA Mandiraja ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga bagi lembaga secara keseluruhan. Evaluasi dari Balai Diklat Keagamaan Semarang menjadi bahan masukan berharga untuk terus meningkatkan mutu pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. (F/azd)

Bagikan Artikel Ini

Infografis