Perkuat Barisan, PC APRI Wonosobo Gelar Rapat Kerja
Daerah

Perkuat Barisan, PC APRI Wonosobo Gelar Rapat Kerja

  11 Nov 2025 |   59 |   Penulis : pc_apri_wonosobo |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Wonosobo – Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan rapat kerja (raker) pada Jumat, 7 November 2025. Bertempat di Rumah Makan Joglo Nawasena, raker berlangsung dengan lancar dan tidak ada kendala berarti meski sempat hujan lebat.

Raker PC APRI Kab. Wonosobo tahun 2025 merupakan agenda lanjutan dari pengukuhan PC APRI yang telah dilangsungkan pada 30 Juli 2025 lalu. Jarak yang cukup antara pengukuhan dan raker pengurus ini di antaranya karena formasi kepala KUA definitif yang baru terisi menyusul pelantikan pada Rabu, 29 Oktober 2025 di Magelang.

Ada tiga agenda yang dibahas pada raker kali ini, pertama, standar minimal persyaratan administrasi pencatatan nikah, kedua, urgensi media sosial dalam pelayanan, dan ketiga, keuangan.

Agenda pertama dipilih seiring dengan banyaknya masalah administrasi yang dijumpai penghulu di lapangan. Meski telah dibekali dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan, implementasinya di lapangan sering kali tidak semudah kelihatannya dan membutuhkan kebijakan tertentu.

Fyi, peraturan Menteri Agama yang terbaru berkaitan dengan regulasi pernikahan adalah PMA Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pernikahan. Peraturan ini ditetapkan pada tanggal 24 Desember 2024 dan menasakh peraturan sebelumnya, PMA Nomor 22 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan.

Standar minimal persyaratan administrasi pencatatan nikah ini nantinya akan dibakukan sebagai panduan dan pedoman tambahan bagi penghulu di seluruh Wonosobo tanpa mengurangi esensi dari PMA Nomor 30 sebelumnya. Dengan adanya standar baku ini diharapkan tidak ada perbedaan administrasi dalam persyaratan pernikahan di seluruh KUA di wilayah Wonosobo.

Suasana Raker PC APRI

Agenda berikutnya yang dibahas adalah urgensi media sosial sebagai wadah sosialisasi, edukasi dan wasilah pelayanan kepenghuluan. Hal ini seiring dengan terus meningkatnya akses masyarakat terhadap media sosial. Di sisi lain, bergabungnya 18 calon (CPNS) penghulu muda yang memiliki kompetensi dalam bidang IT dan dunia digital dipandang sebagai amunisi untuk menghadirkan layanan berbasis digital.

Yang tak kalah penting, masalah keuangan internal organisasi juga diagendakan dalam raker. Agenda ini penting untuk dibahas merespons turunnya angka jasa profesi penghulu setiap tahunnya. Forum menyepakati bahwa ke depan, organisasi penghulu diharapkan dapat mencari dan menjajaki opsi baru pendanaan selain mengandalkan jasa profesi sebagai sumber utama.[]

Bagikan Artikel Ini

Infografis