Daerah
Webinar Ilmu Falak: KUA Tuhemberua Perdalam Pemahaman Sidang Isbat
13 May 2026 | 7 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Tuhemberua (Humas). Penghulu KUA Tuhemberua, Betha Nugraha Pratama bersama Muhammad Rifai mengikuti webinar Syariah Insight Room x TikTalk Kajian Ilmu Falak Seri 3 bertajuk “Kupas Tuntas Sidang Isbat” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (13/05). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan wawasan keislaman khususnya di bidang hisab rukyat dan penetapan awal bulan Dzulhijjah.
Webinar tersebut menghadirkan Ahmad Zulfi Aufar selaku moderator yang juga merupakan Analis Kebijakan pada Subdit Hisab Rukyat dan Syariah. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari penghulu, penyuluh agama, akademisi hingga pemerhati ilmu falak.
Sebagai Keynote Speaker, Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A selaku Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama, khususnya penghulu dan penyuluh agama.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penghulu dan penyuluh memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. “Penghulu dan Penyuluh adalah garda terdepan di masyarakat dalam hal keagamaan. Saya berharap para penghulu dan penyuluh terus meningkatkan kompetensi dan pemahaman ilmu agama,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh H. Ismail Fahmi, S.Ag selaku Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah. Dalam materinya, beliau mengulas secara mendalam tentang proses sidang isbat, dasar hukum, metode hisab dan rukyat, hingga mekanisme penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah di Indonesia.
Materi yang disampaikan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya sidang isbat sebagai bagian dari upaya menjaga kesatuan umat dalam penetapan kalender hijriah. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai perkembangan ilmu falak dan tantangan implementasinya di era digital.
Penghulu KUA Tuhemberua, Muhammad Rifai, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dan pemahaman terkait ilmu falak serta pelaksanaan sidang isbat. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu penghulu dan penyuluh dalam memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KUA Tuhemberua terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas aparatur, sehingga mampu memberikan pelayanan serta pembinaan keagamaan yang lebih baik, informatif, dan moderat kepada masyarakat. (MHS/BNP)