Peringatn Isra’ Mi’raj KUA Lembak menyikapi Pembinaan Generasi Gen Z
Nasional

Peringatn Isra’ Mi’raj KUA Lembak menyikapi Pembinaan Generasi Gen Z

  23 Jan 2026 |   19 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Selatan |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Selatan

PW. APRI Sumsel (Muara Enim), – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembak mengadakan peringatan Isro’ wal mi’raj Nabi Muhammad 1447 H/2026 M dengan melibatkan majlis taklim binaan penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lembak. Kamis, 22/01/2026 kegiatan dipusatkan di Al-Muzakir Desa Tapus Kecamatan Lembak yang dihadiri Kepala KUA Lembak, Uptd. Puskesmas Lembak, Uptd. PP & KB Lembak, Kepala Desa se-Kecamatan Lembak, Penyuluh Agama Islam KUA Lembak, Majlis Taklim se-Kecamatan Lembak, Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dan masyarakat Desa Tapus.

 

Bustomi, SHI selaku Kepala KUA Lembak pada saat sambutan menyampaikan bahwa majlis taklim kecamatan lembak dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini banyak mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah jamaah maupun pemahaman nilai-nilai keagamaan anggotanya “Dengan adanya  majlis taklim yang merupakan binaan langsung dari KUA Kecamatan Lembak melalui penyuluh Agama Islam, bukti nyata kehadiran Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim ditengah-tengah masyarakat  dalam upaya pembinaan umat”. Tegas  bustomi.

 

Peringatan Isro’ wal mi’raj di Desa Tapus ini diisi dengan zikir bersama dan tausiyah yang disampaikan Aisyah Putri Salsabilla dengan tema utama “Peranan Orang Tua dalam menyikapi Generasi Z (Gen Z)”. “Gen Z” sumber yang didapat dari berbagai informasi merupakan generasi yang lahir setelah generasi melinial umumnya  lahir pada kisaran tahun 1997-2012 mereka tumbuh dan besar bersama internet dan teknologi digital, dengan  karakteristik utama antara lain : pertama digital natives , terbiasa mengunakan tehnologi dalam segala hal, kedua kreatif dan inovatif yang ditandai biasa mencari cara baru dalam menyelsaikan permasalahan dan aktif mengeksplorasi diri, ketiga  terbiasa mandiri dan ambisus dan keempat terbuka terhadap perbedaan. Sementara itu sisi negatifnya "Gen Z" antara lain : kecemasan tanpa sebab, depresi akibat media sosial, mudah menyerah dan malas, kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan obesitas dan penyakit jantung, serta perilaku minim etika dan moral (kurang menghargai orang lain).

 

Sementara itu Kepala Desa Tapus menyambut baik kesadaran warganya dalam memperdalam ilmu-ilmu Agama melalui majlis taklim “Dengan adanya majlis taklim di Desa Tapus ini membawah kedamaian, jika selama ini ibu-ibu hanya asyik bersenda gurau dan terkadang membicarakan aib keluarga lain, namun dengan adanya majlis taklim ini merubah kebiasaan tersebut menjadi perkumpulan yang bernilai pahala dengan jalan mendalami ilmu-ilmu Agama”.  Ungkap Asanul.

 

Pada saat tausiyah Aisyah Putri Salsabilla menitik beratkan peranan orang tua terhadap pembinaan “Gen Z” dan berkata “Orang tua adalah sosok yang paling dekat dengan “Gen Z” oleh karena itu selaku orang tua wajib memahami karakteristik anak “Gen Z” dengan jalan membangun relasi yang dekat, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menciptakan lingkungan aman di mana anak merasa dihargai dan bisa terbuka terhadap permasalahan yang dihadapinya, membangun relasi yang dekat, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menciptakan lingkungan aman di mana anak merasa dihargai dan bisa terbuka tentang masalahnya, termasuk isu kesehatan mental, Menunjukkan empati, dan memberikan motivasi, dan memberi solusi dalam menyelesaikan masalah, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak”. Demikian penggalan tausiyah Aisyah.

 

Diakhir tausiyah dilakukan kuis berhadiah bagi lima orang ibu-ibu majlis taklim yang mampu menyimak dengan sempurna isi tausiyah Aisyah Putri Salsabilla dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar tausiyah. (Md)

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis