Penyuluh Agama KUA Labuhan Ratu Dukung Launching Program Makan Bergizi Gratis
Daerah

Penyuluh Agama KUA Labuhan Ratu Dukung Launching Program Makan Bergizi Gratis

  11 Aug 2025 |   66 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

LAMPUNG TIMUR (Humas)— Penyuluh Agama Islam PPPK Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Labuhan Ratu turut hadir dalam peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Rajabasa Lama, Senin (11/8/2025). Acara ini juga dihadiri Camat Labuhan Ratu, Danramil, Kapolsek, Ketua MWCNU, serta Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Labuhan Ratu.

Ketua SPPI, Agus Salim, S.H., menjelaskan bahwa tahap awal distribusi mencakup 2.151 paket makan, dengan target peningkatan hingga 3.999 paket pada pekan berikutnya. Pelaksanaan perdana ini menjadi ajang uji coba peralatan dapur, penyesuaian SOP, dan penyelesaian kendala teknis.

Perwakilan Danramil, Eko W., menegaskan dukungan penuh TNI agar program ini memberi manfaat optimal bagi anak-anak. “Semoga berjalan lancar dan membawa dampak nyata bagi gizi dan kesehatan anak, sehingga target pemerintah dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Labuhan Ratu, Agustinus Tri Handoko, S.E., M.M., memaparkan bahwa di Rajabasa Lama terdapat 24 sekolah dengan total sekitar 3.900 siswa. Pada launching kali ini, sekitar 2.000 paket makan dibagikan. Tiga titik dapur utama di wilayah ini adalah Desa Labuhan Ratu VII, Dapur Bu Elvanti, dan Dapur Yayasan Miftahul Huda. Ia menambahkan, pelaksanaan serentak belum dimungkinkan karena kesiapan dapur yang bervariasi.

Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak, menekan angka stunting, dan membantu orang tua fokus pada ekonomi keluarga. Keberhasilan program ini menuntut koordinasi dan pengawasan ketat dari semua pihak sesuai peran masing-masing.

Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Labuhan Ratu, Mahdum Kholid Al-Asror, M.H., dan Karman, S.H., menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. “Gizi yang baik adalah pondasi ketahanan keluarga. Program MBG tidak hanya menjaga kesehatan fisik anak, tetapi juga mempersiapkan masa depan mereka, sejalan dengan misi agama membentuk generasi kuat jasmani dan rohani,” tegasnya.

Partisipasi Penyuluh Agama Islam dalam program ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

---
Penulis: H. Kas
Editor: Szp


Bagikan Artikel Ini

Infografis