Pengurus Cabang
Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kabupaten Aceh Barat periode
2025–2029 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Aula
Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat (17/12/2025), meskipun Aceh tengah
dilanda musibah bencana alam.
Acara pengukuhan
diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan Shalawat Badar,
dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Marhajadwal, S.Ag., M.A. Dalam
laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan pengukuhan telah dipersiapkan sejak
17 November 2025.
“Alhamdulillah, hari ini pengukuhan dapat terlaksana dengan sukses walaupun
Aceh dalam kondisi musibah. Semoga pengukuhan ini menjadi awal yang baik bagi
APRI Aceh Barat,” ujarnya.
Prosesi kemudian
dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Wilayah APRI Aceh tentang
susunan pengurus PC APRI Aceh Barat oleh Sekretaris Wilayah I, Muhammad Qusai,
S.HI, sekaligus pengukuhan secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Aceh Barat.
Dalam sambutan
perdananya sebagai Ketua PC APRI Aceh Barat yang baru dikukuhkan, Ust. Azhar,
S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan APRI sebelumnya yang telah
membangun pondasi organisasi dengan baik. Ia mengajak seluruh pengurus yang
baru untuk lebih optimal dalam menjalankan roda organisasi agar kehadiran APRI
dapat dirasakan manfaatnya oleh para penghulu dan masyarakat.
“APRI harus hadir memberi dampak nyata, tidak hanya bagi penghulu tetapi juga
bagi umat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua
Wilayah APRI Aceh, H. Roni Haldi, Lc., menyampaikan salam hangat dari Ketua
APRI Aceh serta ucapan terima kasih kepada Dewan Pembina atas dukungan sehingga
kepengurusan APRI Aceh Barat periode 2025–2029 dapat terbentuk dan dikukuhkan.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini, meskipun berlangsung di tengah kondisi Aceh
yang dilanda bencana, diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan peran
penghulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Ketua
Wilayah memaparkan sejumlah komitmen program kerja PW APRI Aceh, antara lain
pembagian wilayah kerja kepada unsur pimpinan guna memperkuat koordinasi di
seluruh Aceh, kepedulian APRI Aceh terhadap penghulu yang terdampak banjir
melalui penyaluran bantuan, serta penguatan kekompakan dan penegakan kode etik
organisasi. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan iuran wajib penghulu
secara tertib dan terkoordinasi.
Pembinaan disampaikan
oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H. Abrar Zym, S.Ag.,
M.H. Dalam arahannya, ia mengucapkan selamat kepada pengurus APRI Aceh Barat
yang baru dikukuhkan dan mengingatkan agar tetap menjalankan tugas pelayanan
kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya, meskipun dalam situasi yang penuh
tantangan.
Ia menegaskan bahwa APRI sebagai organisasi profesi dan rumah besar para
penghulu harus dijalankan dengan komitmen bersama, termasuk dalam pelaksanaan
iuran wajib yang ke depan diupayakan melalui sistem autodebet agar tidak
terjadi tunggakan.
Selain itu, ia
menekankan pentingnya menjaga kode etik dan marwah penghulu sebagai ulama di
tengah masyarakat. “Jaga identitas penghulu, jangan ada kutipan dalam
pelayanan. Jadikan APRI sebagai wadah peningkatan kompetensi agar penghulu
semakin inovatif, inspiratif, dan mampu berkiprah hingga tingkat nasional,”
pesannya.
Rangkaian acara
pengukuhan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama di Warung Nasi
Sie Kameng Abu, Meulaboh, dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.