Daerah

Menguatkan Iman di Tengah Ujian: Pembinaan Majelis Taklim KUA Sidikalang
12 Dec 2025 | 48 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Sidikalang kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pondasi spiritual masyarakat melalui kegiatan pembinaan Majelis Taklim. Pada Jumat sore (12/12), kegiatan penting ini dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Al-Ikhlas Batu Kapur, dihadiri oleh sejumlah anggota majelis yang antusias menyimak materi keagamaan.
Pembinaan kali ini dipimpin langsung oleh Penghulu KUA Sidikalang, M. Hisyamsyah Dani, sebagai narasumber utama. Beliau didampingi oleh dua Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA yang berdedikasi, yaitu Dian Mahardika, S.S, dan Sofiah Siah Fitri Gajah, M.Sos. Kolaborasi tim ini memastikan materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan menyentuh hati para peserta.
Fokus utama materi yang dibawakan oleh M. Hisyamsyah Dani adalah seruan untuk kesabaran dalam melewati setiap ujian kehidupan. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, ia menekankan pentingnya mempersiapkan mental dan spiritual untuk menghadapi berbagai tantangan yang pasti akan menghampiri setiap individu.
Materi inti pembahasan difokuskan pada tafakkur atau pendalaman makna dari Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 155-156. Ayat-ayat tersebut secara eksplisit menjelaskan bahwa Allah SWT pasti akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya sebagai bentuk ujian keimanan dan ketakwaan.
Narasumber menguraikan secara rinci lima jenis ujian atau cobaan yang disebutkan dalam ayat 155 Surah Al-Baqarah, mulai dari rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan jiwa, hingga kekurangan buah-buahan atau hasil usaha. Pemaparan ini bertujuan agar jamaah memiliki peta spiritual tentang apa yang mungkin mereka hadapi.

Dijelaskan pula bahwa menghadapi lima ujian tersebut bukan hanya sekadar takdir yang harus diterima, melainkan sebuah peluang besar untuk meraih kemuliaan. Di akhir ayat 155, Allah memberikan janji istimewa, yaitu "kabarkanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar" (wa bashshirish-shaabiriin).
Melalui tafakkur ayat 156, M. Hisyamsyah Dani mengingatkan bahwa ciri orang-orang yang sabar adalah mereka yang ketika ditimpa musibah akan mengucapkan, inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali). Pengucapan ini menjadi manifestasi tertinggi dari kepasrahan dan penerimaan.
Kegiatan pembinaan Majelis Taklim Al-Ikhlas Batu Kapur ini berjalan lancar dan interaktif, memberikan penguatan rohani yang sangat dibutuhkan oleh jamaah. Harapannya, ilmu yang disampaikan dapat menjadi bekal untuk melangkah dengan hati yang lebih tegar, menyadari bahwa setiap kesulitan adalah jalan menuju ganjaran yang besar dari Allah SWT. (SF/DM)