Mantapkan Ibadah Jemaah, Takmir Masjid Asshobaru Karangsari Kecamatan Pejawaran Undang KUA Ukur dan Kalibrasi Arah Kiblat
Daerah

Mantapkan Ibadah Jemaah, Takmir Masjid Asshobaru Karangsari Kecamatan Pejawaran Undang KUA Ukur dan Kalibrasi Arah Kiblat

  09 Sep 2025 |   48 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara – Selain pelayanan pencatatan nikah, Kantor Urusan Agama (KUA) mempunyai banyak tugas fungsi lain, salah satunya adalah pengukuran arah kiblat. Bertempat di pekarangan Masjid Asshobaru Desa Karangsari, RT. 05/01 Kecamatan Pejawaran, Tim Ukur Kiblat KUA Pejawaran yang terdiri dari Eko Komarudin, Khatno dan Agus Salam mengadakan pengukuran dan kalibrasi arah kiblat, Senin (8/9/2025).

Masjid Asshobaru merupakan masjid yang pernah berdiri yang kemudian dibongkar untuk dibangun kembali. Menurut ketua takmir, Al Muntaha bahwa tujuan diadakan pengukuran dan kalibrasi arah kiblat masjid ini adalah agar jemaah semakin mantap dalam beribadah sholat karena yakin dengan kebenaran arah kiblatnya.

“Kami mengundang petugas KUA Pejawaran untuk mengadakan pengukuran dan kalibrasi arah kiblat karena masjid ini akan segera dibangun kembali. Selama ini Jemaah, sholat dengan menghadap kiblat sesuai bangunan masjid yang ada. Dengan adanya pengukuran dan kalibrasi arah kiblat dari pihak KUA tentunya akan semakin memantapkan para Jemaah dalam beribadah. Dan kami atas nama pengurus takmir Masjid Asshobaru mengucapkan terima kasih”, ucapnya.

Salah satu petugas dai KUA Pejawaran, Agus Salam menjelaskan bahwa tugas dan fungsi KUA salah satunya adalah pengukuran arah kiblat, baik tempat ibadah ataupun makam.

“Kami selalu siap sedia ketika ada warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari KUA, termasuk pengukuran arah kiblat. Kemarin kami dihubungi pihak takmir masjid Desa Karangsari untuk mengukur arah kiblat di pekarangan Masjid Asshobaru ini karena akan segera dibangun masjid kembali. Oleh karenanya kami beserta tim pada hari ini langsung ke lokasi. Jika ada warga masyarakat lain yang membutuhkan pelayanan kami, hubungi kami saja”, tuturnya.

Proses pengukuran arah kiblat yang dipimpin oleh Eko Komarudin pertama-tama dengan menghitung azimuth matahari menggunakan aplikasi SIHAT Kemenag. Setelah ditemukan azimuth, maka dapat ditentukan arah kiblatnya. Untuk lebih meyakinkan penentuan arah kiblat, petugas juga mencocokkan dari beberapa aplikasi kiblat di smartphone salah satunya aplikasi PUSAKA  sebagai pembanding. Setelah ditemukan arah kiblat, petugas dibantu tokoh agama dan tokoh masyarakat memasang patok dan tali tambang untuk nantinya dijadikan patokan kiblat masjid yang akan dibangun tersebut.  (az, azd)

Bagikan Artikel Ini

Infografis