KUA Tongas mendapat perhatian khusus Bimas Islam dalam menyambut HSN
09 Oct 2025 | 213 | Penulis : Biro Humas APRI Jawa Timur | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur
Probolinggo (Kamis, 09/10/2025)— Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional Tahun 2025, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tongas tengah mempersiapkan kegiatan Lomba Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) yang akan digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025 mendatang. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.
Kasi Bimas Islam, H. Imam — sapaan akrabnya — dalam kunjungannya ke KUA Tongas menekankan pentingnya digitalisasi layanan di lingkungan KUA sebagai upaya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan keagamaan.
“Digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak di era modern. KUA harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan akurat,” ujar H. Imam.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi atas semangat KUA Tongas dalam menyambut Hari Santri Nasional melalui pelaksanaan MQK. Menurutnya, kitab kuning merupakan ruh dari pesantren dan menjadi identitas keilmuan santri yang perlu terus dilestarikan di tengah arus digitalisasi.
“Kitab kuning adalah warisan keilmuan ulama yang menjadi fondasi pemikiran Islam di pesantren. Melalui lomba MQK ini, kita harapkan lahir generasi santri yang cerdas, kritis, dan berakhlak,” tambahnya.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala KUA Tongas, H. Wildan Mahbubul Haq, yang menyampaikan kesiapan pihaknya dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pembinaan yang diberikan oleh Kasi Bimas Islam.
“Kami siap melaksanakan kegiatan MQK dengan sebaik-baiknya. Ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat santri dalam menggali khazanah keilmuan Islam klasik,” tutur H. Wildan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semarak Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keilmuan dan tradisi pesantren di Kabupaten Probolinggo. Hf