KUA Silinda Bangun Sinergitas Bersama KB dan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting
Daerah

KUA Silinda Bangun Sinergitas Bersama KB dan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting

  03 Dec 2025 |   295 |   Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Silinda, (Humas). KUA Kecamatan Silinda kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan ketahanan keluarga dengan membangun sinergitas bersama Penyuluh KB dan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan kolaboratif ini diselenggarakan Pada Selasa (02/12) di Aula KB Kecamatan Silinda. sebagai wujud dukungan terhadap program nasional penurunan stunting melalui pendekatan agama, edukasi keluarga, dan keterlibatan masyarakat.

KUA Silinda Melalui Penghulu Raja Inal Hasibuan, S.Ag menyampaikan bahwa peran KUA tidak hanya terkait pelayanan pernikahan, tetapi juga pembinaan keluarga. “Stunting bukan semata persoalan kesehatan, tetapi persoalan masa depan generasi. KUA memiliki peran strategis untuk membina keluarga sejak pra-nikah hingga pasca-nikah agar mampu mencegah risiko stunting sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini di buka oleh Firman Hulu, S.KM., M.AP  Selaku Kepala KB Kecamatan Silinda, Wahdini S.ST., M. Kes dan Sri Herawati, S.KM sebagai narasumber. Mereka memberikan edukasi tentang pentingnya perencanaan keluarga, gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pola pengasuhan, serta tanggung jawab orang tua dalam membangun keluarga sehat dan berkualitas.

Wahdini, menegaskan bahwa stunting dapat dicegah melalui kerja sama lintas sektor. “Upaya pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Dengan pendampingan dari KUA dan penyuluhan KB, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai gizi, kesehatan reproduksi, dan pengasuhan yang tepat,” jelasnya.

Sementara itu, Penghulu KUA kecamatan Silinda menambahkan bahwa dengan menggunakan pendekatan religius menjadi landasan penting dalam membangun kesadaran keluarga. “Islam mengajarkan kita untuk menjaga amanah anak dengan memberikan asupan terbaik dan pola asuh yang baik. Ketika agama dan ilmu kesehatan berjalan beriringan, pencegahan stunting akan lebih mudah diwujudkan,” ungkap Penghulu 

Para peserta, yang terdiri dari tokoh masyarakat, pasangan muda, dan kader, memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. Salah satu yaitu ibu Hawa peserta menyampaikan, “Penyampaian materi hari ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami orang tua muda. Dengan penjelasan dari KUA dan KB, kami lebih paham bagaimana mencegah stunting sejak masa kehamilan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Silinda berharap muncul kesadaran kolektif bahwa pencegahan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. KUA Silinda berkomitmen untuk terus memperluas edukasi dan pendampingan keluarga demi terwujudnya generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing. “Sinergi seperti ini akan terus kami galakkan. Ketika KUA, KB, dan masyarakat bersatu, insyaAllah pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tutup Penghulu. (RIH)

Bagikan Artikel Ini

Infografis