Daerah

KUA Sidikalang Perkuat Nilai Keimanan Melalui Safari Majelis Taklim di Kuta Padang
19 Dec 2025 | 43 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus berkomitmen dalam membina spiritualitas masyarakat melalui program Safari Majelis Taklim. Kegiatan terbaru dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Al-Ikhlas Kuta Padang, Kelurahan Sidiangkat, Sidikalang, pada Selasa (16/12). Program ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara petugas KUA dengan jamaah di pelosok desa dan kelurahan.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan dua narasumber utama dari KUA Sidikalang, yakni Muhammad Hisyamsyah Dani, SH, yang menjabat sebagai Penghulu, serta Dian Mahardika, SS, selaku Penyuluh Agama Islam (PAI). Kehadiran keduanya disambut hangat oleh pengurus Majelis Taklim Al-Ikhlas yang berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan demi meningkatkan pemahaman agama di lingkungan mereka.
Dalam sesi penyampaian materi, Muhammad Hisyamsyah Dani menekankan pentingnya membangun fondasi iman yang kokoh dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa kekuatan iman adalah modal utama bagi setiap Muslim agar mampu menjaga ketenangan hati dan kejernihan pikiran. Menurutnya, tanpa iman yang kuat, seseorang akan mudah goyah saat diterpa badai kehidupan yang kian kompleks.
Lebih lanjut, Hisyamsyah memaparkan bahwa kesabaran merupakan buah dari keimanan yang sejati, terutama saat menghadapi berbagai ujian dari Allah SWT. Ia mengingatkan para jamaah bahwa ujian bukanlah tanda kebencian Sang Pencipta, melainkan sarana untuk mengangkat derajat seorang hamba. Kesabaran dalam menghadapi cobaan menjadi indikator sejauh mana kualitas spiritualitas seseorang telah terbentuk.
Senada dengan hal tersebut, Dian Mahardika dalam tausiyahnya mengutip ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menegaskan bahwa setiap orang yang mengaku beriman pasti akan diuji. Ia menjelaskan bahwa ujian merupakan sunnatullah yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. “Allah SWT telah menegaskan dalam kalam-Nya bahwa pengakuan iman seseorang akan dibuktikan melalui serangkaian ujian, baik berupa kesempitan maupun kelapangan,” ujar Dian di hadapan jamaah.
Dian juga mengajak para ibu-ibu dan remaja yang hadir untuk senantiasa memperbanyak zikir dan doa sebagai sarana penguat batin. Menurutnya, Majelis Taklim adalah tempat terbaik untuk saling menguatkan dalam kebaikan. Melalui kajian rutin seperti ini, diharapkan para jamaah memiliki bekal mental yang cukup untuk menghadapi dinamika sosial di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, di mana puluhan ibu-ibu dan remaja putri memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari. Mereka tampak khusyuk mendengarkan setiap pemaparan yang disampaikan oleh para pemateri. Interaksi dua arah juga tercipta saat sesi tanya jawab, di mana beberapa jamaah berkonsultasi mengenai persoalan agama dan tantangan mendidik anak di era digital dalam bingkai keimanan.
Kegiatan Safari Majelis Taklim ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat Sidikalang. Pihak KUA Sidikalang berharap melalui edukasi keagamaan yang menyentuh akar rumput ini, nilai-nilai moderasi beragama dan keteguhan iman dapat terjaga dengan baik. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar KUA dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan memiliki ketahanan mental yang kuat. (MHS/DM)