KUA Sidikalang Laksanakan Safari Kemasjidan, Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban Umat
Daerah

KUA Sidikalang Laksanakan Safari Kemasjidan, Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban Umat

  16 Nov 2025 |   25 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Sidikalang melaksanakan Safari Kemasjidan ke Masjid Al-Hidayah, Kuta Gambir, pada Jumat (14/11). Kegiatan ini merupakan upaya KUA untuk mempererat silaturahmi dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) sekaligus mendorong optimalisasi peran masjid di tengah masyarakat.

Safari Kemasjidan kali ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, yang turut didampingi oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Sawal Dabutar, S.Sos.I, serta Pelaksana Layanan Operasional (PLO) KUA, Supriandi Limbong, S.Pd.I. Kehadiran tim lengkap KUA ini menunjukkan keseriusan dalam mendukung program kemakmuran masjid di wilayah kerjanya.

Dalam sambutannya, H. Abdul Yajid Lingga menegaskan kembali visi penting masjid, yaitu menjadikannya sebagai pusat peradaban umat Islam. Beliau menekankan bahwa fungsi masjid tidak boleh berhenti hanya sebagai tempat ibadah ritual semata, melainkan harus diperluas menjadi sentra kegiatan pendidikan, sosial, dan ekonomi umat.

"Masjid kita harus hidup dengan program-program pendidikan keagamaan yang inovatif," ujar Ka KUA Sidikalang. Beliau mencontohkan, perlu adanya kegiatan rutin seperti Majelis Taklim, TPA/TPQ untuk anak-anak, dan kajian-kajian tematik yang relevan dengan tantangan kontemporer, agar masjid menjadi benteng moral dan intelektual masyarakat.

Sesi inti dari safari ini adalah dialog terbuka antara jajaran KUA Sidikalang dan pengurus BKM Masjid Al-Hidayah. Dalam suasana santai dan konstruktif, pengurus BKM berkesempatan menyampaikan berbagai masukan, hambatan, serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola dan memakmurkan masjid.

Diskusi interaktif yang terjadi memunculkan ide-ide segar mengenai program-program yang dapat diterapkan, mulai dari peningkatan manajemen tata kelola masjid hingga upaya menjaring partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan. PAI dan PLO KUA turut memberikan saran praktis terkait administrasi dan pengembangan dakwah.

Penyuluh Agama Islam, Sawal Dabutar, S.Sos.I, menambahkan bahwa sinergi antara KUA, PAI, dan BKM sangat krusial. Ia menawarkan bantuan pendampingan program keagamaan, khususnya dalam memanfaatkan potensi sumber daya manusia dan penyuluh yang ada untuk mengisi kegiatan di Masjid Al-Hidayah.

Safari Kemasjidan di Kuta Gambir ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk merealisasikan program masjid sebagai pusat peradaban, yang bukan hanya ramai saat salat wajib, tetapi juga aktif dalam pembinaan umat sepanjang hari. KUA Sidikalang menyatakan siap memberikan dukungan penuh agar Masjid Al-Hidayah dapat menjadi mercusuar peradaban Islam di wilayah tersebut. (MHS/SUP/SD)

Bagikan Artikel Ini

Infografis