Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Sidikalang turut serta aktif dalam kegiatan penting yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (BIMAS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi. Kegiatan tersebut adalah Pelibatan Masyarakat Pada Gerakan Keluarga Maslahat Program Literasi Keuangan Keluarga Tahun 2025, sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi dan keharmonisan rumah tangga melalui pemahaman finansial yang baik.
Dalam kegiatan ini, KUA Sidikalang diwakili oleh dua orang staf profesional, yaitu Razna Farita, S.Pd.I, selaku Penata Layanan Operasional (PLO), dan Rafida Kudadiri, S.Pd. Keterlibatan PLO menunjukkan bahwa layanan operasional di KUA tidak hanya terbatas pada urusan pernikahan, tetapi juga merambah pada peningkatan kualitas hidup keluarga di bidang ekonomi dan manajemen rumah tangga.
Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program literasi keuangan ini. Beliau menilai bahwa kemampuan mengelola keuangan adalah salah satu pilar utama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus maslahat. Beliau berharap perwakilan KUA dapat menyerap ilmu dan menerapkannya dalam pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari seluruh kecamatan di Kabupaten Dairi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dairi, H. Riswan Gaja, S.Ag., MM. Pembukaan ini menunjukkan komitmen pimpinan Kemenag Dairi dalam mendorong program-program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bawah koordinasi Seksi Bimas Islam.
Dalam acara pembukaan, Ka Kan Kemenag didampingi langsung oleh Kasi Bimas Islam, H. Lindung Kaloko, S.Ag., MM. Turut hadir pula para pejabat struktural dan fungsional lain, termasuk Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Kepala KUA Sumbul. Kehadiran Kadis P3AP2KB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) sebagai narasumber menambah bobot materi, menunjukkan adanya sinergi antar-instansi pemerintah.
Program "Gerakan Keluarga Maslahat" ini berfokus pada upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang sehat, investasi sederhana, dan menghindari jeratan utang konsumtif. Literasi keuangan dianggap krusial untuk mencegah terjadinya konflik rumah tangga yang seringkali dipicu oleh masalah ekonomi. Tujuannya adalah menciptakan kemandirian finansial keluarga.
Kasi Bimas Islam, H. Lindung Kaloko, dalam keterangannya menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang. Diharapkan perwakilan masyarakat yang hadir dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. "Literasi ini bukan hanya soal angka, tapi soal membangun kesadaran bahwa manajemen harta adalah bagian dari ibadah. Harapannya, ilmu ini bisa ditularkan ke seluruh keluarga di Dairi," ujarnya.
Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan masyarakat se-Kabupaten Dairi, yang menunjukkan luasnya jangkauan program. Dengan melibatkan para PLO dan staf KUA, informasi mengenai literasi keuangan ini diharapkan dapat terintegrasi ke dalam layanan bimbingan perkawinan dan penyuluhan di tingkat KUA. Tujuan akhirnya adalah terwujudnya keluarga-keluarga Dairi yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga kokoh secara ekonomi. (MHS/RAZ/RFD)