Daerah

KUA Rantau Utara Sosialisasi Zakat dan Wakaf Pada Jamaah Masjid
02 Oct 2025 | 93 | Penulis : Humas Cabang APRI Labuhanbatu | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Rantauprapat, (Humas). Kepala KUA Rantau Utara, Dr. H. Darman, S.Ag, MA, mengadakan sosialisasi zakat dan wakaf bagi jamaah pengajian Masjid Nurul Huda Lingkungan Sumber Beji A Kelurahan Padang Bulan, Rantau Utara di pelataran masjid tersebut, Selasa malam, (30/09).
Pada kesempatan tersebut, Darman menyampaikan bahwa zakat dan wakaf masih menjadi tugas dan layanan di Kementerian Agama walau pun sekarang sudah ada lembaga atau badan yang khusus mengurusnya seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk zakat dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Tugas dan layanan yang dilakukan Kementerian Agama adalah sosialisasi dan penyuluhan serta koordinasi dengan lembaga terkait seperti Baznas, BWI, MUI dan lembaga-lembaga zakat lainnya, tapi khusus wakaf, Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan masih melaksanakan tugas yang mendasar yaitu pelayanan pembuatan akta ikrar wakaf yang pejabat pembuatnya adalah Kepala KUA kecamatan.
Darman juga menjelaskan perbedaan wakaf dengan hibah yang banyak sekali masyarakat yang tidak mengerti perbedaannya. “Wakaf dan hibah itu beda. Wakaf apabila sudah diikrarkan, tidak boleh ditarik lagi, dijual, digadaikan dan diwariskan apabila meninggal dunia. Sedangkan Hibah apabila benda hibah itu sudah dihibahkan maka benda itu menjadi milik penerima hibah. Apabila penerima hibah dan keturunannya amanah, benda hibah itu bernilai wakaf yang akan menjadi sedekah jariah bagi pelakunya., tetapi akan berpotensi hibah itu hilang apabila penerima hibah itu khianat karena hibah itu sudah menjadi miliknya”, ujar Darman.
Jamaah masjid Nurul Huda melalui ketua BKM, H. Masrizal dalam sambutannya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan Kepala KUA yang sudah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat terutama tentang zakat dan wakaf. Semoga dapat dterapkan dalam kehidupan beragama terutama zakat yang termasuk rukun Islam.
Acara yang di dihadiri sekitar 30 orang ini yang terdiri tokoh agama dan jamaah masjid ini diakhir dengan tanya jawab dan harapan harapan masyarakat tentang layanan KUA kecamatan. (MHS/DRM)