KUA PUT Hadirkan Program KOLEGA, Wujudkan Pusat Konsultasi Keluarga Sakinah
21 Aug 2025 | 46 | Penulis : Humas Cabang APRI Rejang Lebong | Publisher : Biro Humas APRI Bengkulu
Rejang Lebong (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Ken Radinan, M.HI, menegaskan bahwa KUA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan pernikahan, tetapi juga harus menjadi pusat konsultasi keluarga bagi masyarakat.
Menurutnya, KUA memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan dan konsultasi, baik kepada calon pengantin, pasangan suami-istri, maupun masyarakat umum yang membutuhkan solusi atas persoalan rumah tangga.
“Di KUA PUT ini kita sudah merencanakan program KOLEGA (Konsultasi Keluarga Sakinah). Melalui program ini, diharapkan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dibimbing dan dicarikan solusinya. Para penyuluh agama Islam siap melayani, baik di kantor maupun saat turun langsung ke desa-desa,” ungkap Ken Radinan.
Adapun penyuluh agama yang aktif mendukung program KOLEGA antara lain Faik, S.Ag., Haikal, S.Ag., Leni Purwati, S.Kom.I., dan Elvi Rarosa Nasution, S.Pd.I. Mereka diharapkan dapat menjalankan peran sebagai pembimbing masyarakat dalam menghadapi persoalan keluarga.
Hal tersebut tampak nyata pada Rabu (20/08/2025), ketika Suhairiya, seorang mantan TKW, datang ke KUA PUT untuk meminta penjelasan terkait persyaratan pernikahan ke luar negeri, khususnya Malaysia. Ia masih menghadapi kendala kelengkapan dokumen seperti Model N dan berkas lain yang wajib dipenuhi agar proses pernikahan di luar negeri dapat berjalan sesuai aturan.
Selain itu, hadir pula Pasu Patohani (28), warga Desa Lubuk Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBI), yang berkonsultasi mengenai jadwal serta lokasi pelaksanaan sidang perceraian yang direncanakan berlangsung di Aula KUA PUT.
Ken Radinan menegaskan bahwa peran aktif KUA dalam pembinaan keluarga diharapkan dapat menekan angka perceraian dan membangun masyarakat yang lebih harmonis.
“Kami ingin KUA benar-benar menjadi contoh dalam pembinaan keluarga, sehingga tercipta keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Untuk itu, para penyuluh dan seluruh pegawai KUA harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.