KUA Pangaribuan Pimpin Program Penguatan Moderasi Beragama
Daerah

KUA Pangaribuan Pimpin Program Penguatan Moderasi Beragama

  13 Nov 2025 |   58 |   Penulis : Humas Cabang APRI Tapanuli Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Pangaribuan, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Pangaribuan mengambil peran sentral dalam memajukan program strategis Kementerian Agama. Pelaksana Tugas (Plt) KUA Pangaribuan, Zainal Arifin, S.H.I, secara resmi menjadi Ketua Panitia untuk program unggulan Kampung Moderasi Beragama di wilayah tersebut, menandai komitmen KUA sebagai motor penggerak kerukunan umat.

Kegiatan Kampung Moderasi Beragama telah dimulai sejak bulan Oktober lalu dengan tahapan perencanaan dan inisiasi. Saat ini, fokus program telah beralih ke tahap diseminasi. Tujuannya adalah untuk memperkuat dan mempertajam pemahaman serta implementasi nilai-nilai moderasi beragama langsung di tengah-tengah masyarakat, memastikan program tidak berhenti pada seremonial semata.

Sebagai Ketua Panitia, Plt KUA Pangaribuan, Zainal Arifin, S.H.I, menyatakan bahwa diseminasi ini adalah langkah krusial untuk mencegah program hanya menjadi tumpukan dokumen. Beliau menekankan bahwa pesan utama moderasi beragama harus diterima dan dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan.

"Literasi tentang moderasi beragama harus menjangkau setiap rumah tangga. Kampung Moderasi Beragama bukan hanya label, tapi mindset kolektif kita. Karena itu, kegiatan diseminasi ini sangat penting untuk penajaman program, memastikan empat pilar utama moderasi beragama—toleransi, anti-kekerasan, penerimaan tradisi, dan komitmen kebangsaan—tertanam kuat," tegas Zainal Arifin.

Keberhasilan kegiatan ini semakin diperkuat oleh dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Tapanuli Utara. Kemenag Taput memandang bahwa KUA sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan di kecamatan, memiliki posisi strategis untuk mengkoordinasikan dan mensukseskan inisiatif ini, yang merupakan salah satu program prioritas nasional.

Dukungan tidak hanya datang dari internal Kemenag, tetapi juga dari Pemerintah Kecamatan Pangaribuan. Keterlibatan aktif pemerintah kecamatan, ditambah dengan partisipasi unsur-unsur penting lainnya seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat, semakin memperkokoh kegiatan diseminasi ini. Sinergi lintas sektoral ini menjadi kunci utama kesuksesan program yang sifatnya melibatkan perubahan perilaku sosial.

Kehadiran para tokoh agama, masyarakat, dan adat menjadi jaminan bahwa program Kampung Moderasi Beragama akan berakar kuat pada nilai-nilai lokal. Para tokoh ini berfungsi sebagai jembatan yang mentransfer konsep moderasi beragama ke dalam bahasa dan praktik yang mudah diterima oleh komunitas setempat, menyesuaikannya dengan kearifan lokal Tapanuli Utara.

Dengan kepemimpinan yang solid dari Plt KUA Pangaribuan dan dukungan yang menyeluruh dari berbagai pihak, program diseminasi Kampung Moderasi Beragama di Pangaribuan diharapkan dapat berjalan efektif. Harapannya, desa yang ditetapkan menjadi Kampung Moderasi Beragama dapat menjadi percontohan (percontohan) bagi desa-desa lain, mewujudkan kerukunan dan persatuan yang abadi di tengah keberagaman Indonesia. (MHS/ZA)

Bagikan Artikel Ini

Infografis