KUA Pagedongan Gelar BRUS SEJATI (Bimbingan Religi Usia Sekolah, Sehat Jasmani, Jiwa Islami, Taqwa Ilahi) di MTS Al-Irsyad Gunung Jati: Tekan Pernikahan Dini dan Bangun Remaja Berkarakter
Daerah

KUA Pagedongan Gelar BRUS SEJATI (Bimbingan Religi Usia Sekolah, Sehat Jasmani, Jiwa Islami, Taqwa Ilahi) di MTS Al-Irsyad Gunung Jati: Tekan Pernikahan Dini dan Bangun Remaja Berkarakter

  28 Aug 2025 |   122 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Pagedongan, 27 Agustus 2025 – Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagedongan menggelar kegiatan BRUS SEJATI di MTS Al-Irsyad Gunung Jati, Desa Pagedongan, Rabu (27/8/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 200 siswa yang terbagi dalam empat kelas, masing-masing terdiri dari 50 siswa.
Program BRUS SEJATI ini bertujuan untuk membangun karakter remaja yang sehat jasmani dan rohani, memperkuat hubungan sosial mereka dengan keluarga dan lingkungan, serta menjadi bagian dari upaya nyata dalam menekan angka pernikahan dini di Kecamatan Pagedongan.
Empat Penyuluh Agama Islam, yaitu Hasan Bisyri’, Ade Swistriyo, Dwi Agyanti, dan Syarif Nurhidayah, hadir langsung menyampaikan materi seputar Pergaulan Remaja dan Internet serta Bahaya Pernikahan Dini. Para siswa mengikuti sesi ini dengan antusias dan penuh semangat, terlebih dengan adanya selingan permainan interaktif yang membuat suasana semakin menyenangkan.
Apresiasi dari Kepala Madrasah dan KUA
Kepala MTS Al-Irsyad Gunung Jati, Purwanto, S.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
"Kegiatan BRUS ini sangat luar biasa. Ini membentuk karakter yang baik dan menanamkan nilai-nilai moral pada siswa. Harapannya, siswa bisa memahami dan menerapkan materi yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, serta menyadari dampak buruk dari pernikahan dini," ujar Purwanto.
Sementara itu, Kepala KUA Pagedongan, H. Moh. Saofurohman, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam membekali generasi muda dengan nilai-nilai Islam dan akhlak mulia, serta kemampuan menghadapi tantangan pergaulan remaja masa kini.
"Kegiatan ini sangat penting sebagai bekal siswa agar mereka mampu menghadapi tantangan pergaulan remaja saat ini dengan bijak, serta menghindari pernikahan dini yang dapat berdampak negatif bagi masa depan mereka,” jelasnya.



Pembekalanan Karakter dan Nilai Hidup
Dalam sesi penyuluhan, Hasan Bisyri’ menyampaikan bahwa generasi muda perlu dibekali empat hal penting, yaitu:
Akhlak, syariat, dan aqidah,
Kedisiplinan (militer) dalam segala aspek kehidupan,
Kemampuan mengelola keuangan secara mandiri, dan
Pemahaman tujuan hidup.
“Dengan bekal ini, generasi muda akan mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujar Hasan.
Sementara itu, Syarif Nurhidayah menjelaskan bahwa pergaulan remaja yang sehat adalah interaksi sosial yang positif, ditandai dengan kejujuran, saling menghargai, keterbukaan, dan dukungan dalam kegiatan positif. Ia menambahkan bahwa penting bagi remaja untuk memiliki kesadaran diri, memilih teman yang baik, dan aktif dalam kegiatan positif seperti ekstrakurikuler dan karang taruna.
“Kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada remaja, orang tua, dan masyarakat mengenai dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan fisik dan mental, pendidikan, serta kesejahteraan ekonomi,” jelas Syarif.

Bagikan Artikel Ini

Infografis